Kebakaran Besar di Dhaka, 109 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Api melalap pemukiman di Dhaka, Bangladesh (4/6). AP Alam / Khorshed

    Api melalap pemukiman di Dhaka, Bangladesh (4/6). AP Alam / Khorshed

    TEMPO Interaktif, Dhaka - Sebuah lkebakaran hebat terjadi di pemukiman padat penduduk di Dhaka, ibukota Bangladesh pada Jumat dini hari. Akibat ledakan ini, sebanyak 109 tewas dan 50 orang dalam keadaan kritis. Sejak pagi tadi, para petugas berusaha mengevakuasi korban tewas di antara puing-puing.

    Kebakaran ini berasala dari sebuah pabrik plastik yang tak jauh dari bangunan yang padat penduduk. Ketika terjadi, api membubung tinggi hingga enam lantai. “Seperti neraka meledak,” ujar salah seorang perempuan yang tengah mencari kedua anaknya.

    Menurut saksi lainnya, setelah api menjalar, bahan-bahan kimia di pabrik plastik itu melelehkan barang-barang di sekitarnya. “Seperti lava yang keluar dari gunung berapi,” kata saksi yang berhasil menyelamatkan diri tersebut. “Sangat sulit mencari tempat yang aman.”

    Kepala Polisi Nur Muhammad, mengatakan telah berhasil mengevakuasi 91 korban tewas. Menurut dia, belum diketahui angka pasti korban yang tewas dan kerugian akibat ledakan ini. “Semalam saya ke lokasi kejadian, menurut perkiraan ada sekitar 100 orang tewas, tapi kita tunggu sampai proses ini selesai,” ujarnya.

    Menteri Pemerintahan Jahangir Kabir Nanak mengatakan banyaknya korban tewas karena banyak bangunan yang tidak memiliki pintu keluar gawat darurat. “Seharusnya kita membuat bangunan yang lebih baik dan jalanan yang lebih luas untuk meminimalkan korban,” ujarnya.

    Pemerintah mengumumkan Sabtu besok menjadi hari berkabung dan akan memberi sumbangan 20 ribu taka atau sekitar US$ 290 untuk tiap korban.

    CNN I REUTERS I PGR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.