Perdana Menteri Najib Razak Ubah Kebijakan Ayahnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Najib Razak

    Najib Razak

    TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak hari mengumumkan kebijakan ekonomi baru yang tidak lagi mengistimewakan etnis Melayu. Ini sekaligus mengubah kebijakan yang dibuat oleh ayahnya, Perdana Menteri Abdul Razak Hussein, setelah kerusuhan etnis pada 1969.

    Najib menyadari keputusannya itu akan mempengaruhi perolehan suara bagi koalisi Barisan nasional yang dipimpinnya. Sejak Malaysia merdeka lebih dari setengah abad, etnis Melayu menjadi penyumbang suara terbesar bagi Barisan.

    Meski begitu ia menegaskan dirinya cukup berani untuk membuat perubahan. “Untuk kekuatan bangsa kita dalam jangka panjang, kita tidak dapat membiarkan isu-isu seperti ini lagi,” kata Najib.

    Ketegangan antaretnis dan agama inilah yang menjadi faktor merosotnya dukungan terhadap Barisan pada pemilu Maret 2008. Ketika itu, mereka hanya meraup 140 dari 222 kursi di parlemen, sedangkan sisanya milik kelompok oposisi yang dipimpin mantan wakil perdana menteri Anwar Ibrahim.

    NYT | Reuters | WSJ | Faisal Assegaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.