Australia Desak Cina Beri Akses ke Staf Rio Tinto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo

    AP Photo

    TEMPO Interaktif, Canberra -Australia mendesak Cina untuk memberikan para diplomatnya akses penuh atas pengadilan empat orang staf Rio Tinto atas tuduhan mata-mata perdagangan yang bisa mengganggu hubungan politik dan ekonomi kedua negara.

    “Dunia akan melihat bagaimana pengadilan kasus ini digelar,” ujar Perdana Menteri Australia Kevin Rudd kepada wartawan di Canberra hari ini. Ditambahkannya, pemerintah akan melakukan segala upaya untuk pendukung kepentingan para staf pertambangan Anglo-Australian tersebut.

    Penahanan empat staf itu, diantara sengketa Google soal sensor Internet dan komplain aksi hacking, telah menguatirkan para investor tentang keberlangsungan bisnis di Cina.

    Cina menangkap dan menahan empat orang staf Rio, termasuk warga Australia Stern Hu, pada Juli tahun lalu dan bakal memulai sidang mereka di Shanghai Senin pekan depan (22/3) dengan tuduhan penyuapan dan mencuri rahasia bisnis.

    Sidang akan terbuka untuk mendengar tuduhan penyuapan dan ditutup untuk urusan dengan biaya tuduhan pelanggaran rahasia bisnis, tetapi Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith mengatakan para diplomat konsuler harus memiliki akses kesana di bawah perjanjian dengan Beijing.

    Cina merespon desakan tersebut. Dari Beijing, juru bicara Menteri Luar Negeri Cina, Qin Gang, tadi siang mengatakan bahwa pengadilan atas empat staf Rio Tinto pekan depan tersebut seharusnya tak boleh “dipolitisasi”.

    Reuters | Dwi A


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.