Kematian Pengawal Raja Salman Diduga Terkait Jamal Khashoggi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mayor Jenderal Abdulaziz al-Faghm bersama Raja Salman.[Asharq Al-Awsat]

    Mayor Jenderal Abdulaziz al-Faghm bersama Raja Salman.[Asharq Al-Awsat]

    TEMPO.CO, Jakarta - Misteri menyelimuti kematian pengawal Raja Salman karena mendiang diduga menyimpan informasi penting pembunuhan Jamal Khashoggi.

    Mayor Jenderal Abdulaziz al-Faghm meninggal pada Sabtu malam di kota Jeddah Barat setelah pertengkaran pribadi.

    Pengawal pribadi Raja Salman sering terlihat di sisinya dan juga menemaninya ke pertemuan baru-baru ini dengan Perdana Menteri Irak, Adil Abdul-Mahdi. Jenderal berusia 47 tahun itu dipandang sebagai pengawal paling terpercaya Raja Salman dan dikenal sebagai "tongkat berjalan" oleh orang dalam kerajaan.

    Namun kematiannya segera menyebabkan spekulasi politik istana, setelah klaim dia baru-baru ini diberhentikan, seperti dilansir The Times, yang dikutip Daily Mail, 1 Oktober 2019.

    Ada juga desas-desus bahwa pengawal itu mungkin memiliki informasi terkait kematian jurnalis Jamal Khashoggi, yang terbunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul Oktober lalu.

    Pejabat kantor berita Saudi Press Agency (SPA) mengatakan bahwa Jenderal al-Faghm telah mengunjungi seorang teman ketika seorang kenalan, Mamdouh al Ali memasuki kediaman.

    "Pembicaraan antara Abdulaziz al-Faghm dan Ali memanas...Ali meninggalkan rumah, kembali membawa senjata dan menembaki Fagham, melukai dua lainnya di sekitar rumah, yakni seorang pekerja Filipina dan saudara lelaki dari pemilik rumah," kata SPA.

    SPA melaporkan bahwa Ali kemudian tewas dan lima personel keamanan juga terluka dalam baku tembak ketika tersangka menolak untuk menyerah.

    Sementara televisi negara Al-Ekhbariya melaporkan bahwa insiden itu dipicu oleh perselisihan pribadi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

    Jenderal al-Faghm meninggal di rumah sakit karena luka-lukanya dan penyelidikan sekarang telah diluncurkan.

    Tak lama dari kematian al-Faghm, Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengatakan dia mengambil "tanggung jawab penuh" atas pembunuhan Jamal Khashoggi tetapi membantah memerintahkan pembunuhan itu.

    Dikutip dari The Sun, dalam sebuah wawancara dengan "60 Minutes CBS", putra mahkota mengatakan bahwa pembunuhan Khashoggi adalah kejahatan keji dan kesalahan oleh agen-agen pemerintah Saudi.

    "Tapi saya mengambil tanggung jawab penuh sebagai pemimpin di Arab Saudi, terutama karena itu dilakukan oleh orang-orang yang bekerja untuk pemerintah Saudi," kata Pangeran Mohammed.

    Ditanya apakah dia memerintahkan pembunuhan Khashoggi, yang mengkritiknya dalam kolom untuk The Washington Post, Pangeran Mohammed menjawab: "Sama sekali tidak."

    "Beberapa orang berpikir bahwa saya harus tahu apa yang dilakukan tiga juta orang yang bekerja untuk pemerintah Saudi setiap hari. Tidak mungkin bahwa tiga juta akan mengirim laporan harian mereka kepada pemimpin atau orang tertinggi kedua di pemerintah Saudi," tambahnya.

    Abdul Aziz Al-Faghm, pengawal pribqadi Raja Salman bin Abdul Aziz. cnn.com

    Jenderal Abdulaziz al-Faghm adalah orang yang dekat dengan raja, dan terkenal di kalangan orang Saudi.

    Banyak pejabat Arab Saudi bercerita di media sosial untuk mengenang Jenderal al Fagham. "Ya Allah, ampunilah dia dan buatlah istirahat tenang di surga dan hargai rumahnya, dan ilhami keluarganya dan semoga diberi kesabaran. Jagalah raja-raja kami dan tinggallah di hati kami," tulis Menteri Kesehatan Tawfiq al-Rabiah.

    "Anda dengan saya di telepon hari ini dan tertawa dan berbicara tentang Riyadh...Allah merahmati, ya Abu Abdullah....Alhamdulillah dan dia telah menjalani takdirnya dengan baik...Tidak menyangka bahwa saya tidak akan melihat Anda setelah hari ini!" kicau Penasihat Dewan Majelis Kerajaan Turki al-Sheikh

    Kematian pengawal Raja Salman mengejutkan bagi 30 juta penduduk di Arab Saudi, karena Saudi memiliki tingkat kejahatan senjata rendah dan terpidana pembunuhan bisa dihukum mati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.