Senator AS Ingin Invasi Venezuela Jika Maduro Enggan Mundur

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Senator AS Lindsey Graham saat konferensi pers di Ankara, Turki, 19 Januari 2019. [REUTERS / Stringer]

    Senator AS Lindsey Graham saat konferensi pers di Ankara, Turki, 19 Januari 2019. [REUTERS / Stringer]

    TEMPO.CO, Jakarta - Senator AS ingin pemerintahan Donald Trump menginvasi Venezuela jika Presiden Nicolas Maduro enggan mundur.

    Senator Lindsey Graham mengatakan Nicolas Maduro akan menghadapi invasi militer AS yang serupa dengan invasi 1983 atas Grenada, Cuba, yang diperintahkan oleh mantan Presiden Ronald Reagan, jika Maduro enggan mundur.

    "Pada 1980-an, dihadapkan dengan intervensi Kuba di Grenada, Presiden Reagan melakukan intervensi militer, memastikan Grenada tidak menjadi negara satelit Kuba. Amerika Serikat harus bersedia melakukan intervensi di Venezuela seperti yang kita lakukan di Grenada," kata Graham, dikutip dari Sputnik, 24 Mei 2019.

    Baca juga: Tokoh Oposisi Venezuela Minta Bantuan Pentagon Lawan Maduro

    Pada tahun 1983, 8.000 tentara AS mengalahkan 700 pasukan Kuba di Grenada dalam waktu seminggu dan mengatur perubahan rezim, pulau kecil Karibia itu hanya berjarak 161 km dari Venezuela.

    "Saya pikir opsi militer harus ada, saya pikir solusi akhir adalah mengeluarkan Kuba. Jika Kuba pergi, Maduro pergi dan kami memiliki sejarah menghadapi intervensi Kuba di masa lalu dan ini adalah momen yang menentukan bagi presiden Trump dalam hal bagaimana mereka berurusan dengan Kuba," kata Graham, dikutip dari Miami Herald.

    Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menggelar acara lari bersama tentara loyalis pada 27 Januari 2019. Reuters

    Pernyataan Graham adalah seruan paling spesifik untuk aksi militer di Venezuela dari anggota tetap Kongres. Senator Florida Rick Scott telah menyerukan militer AS untuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan di Venezuela, dan blokade laut Kuba untuk memutuskan perdagangan minyak antara Kuba dan Venezuela.

    Ketika ditanya tentang skala kekuatan militer yang dibutuhkan di Venezuela, Graham tidak memberikan keterangan secara spesifik tetapi mengatakan tujuannya adalah untuk memulihkan ketertiban.

    Baca juga: Krisis Venezuela Seburuk Negara yang Dilanda Perang

    "Kami tidak menduduki Venezuela, tetapi jika Maduro menolak untuk pergi dan Kuba tetap menggunakan peralatan militer mereka untuk menopangnya, adalah kepentingan nasional kita untuk melakukan di Venezuela apa yang dilakukan Reagan di Grenada," kata Graham.

    Graham mengatakan jika Trump menaruh perhatian baik pada Kuba dan Maduro, itu akan mengirimkan pesan yang jelas kepada para diktator dan penguasa lalim bahwa Amerika Serikat serius seperti yang dikatakannya.

    Krisis politik di Venezuela dimulai pada bulan Januari setelah Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara dan melancarkan protes politik.

    Maduro menuduh Amerika Serikat berusaha untuk mengatur kudeta dan mendapatkan akses ke cadangan minyak negara dengan membawa politisi boneka ke kekuasaan.

    Baca juga: Amerika Serikat dan Rusia Bawa Perang Dingin ke Venezuela

    Rusia, Cina, Kuba, Bolivia, Turki, dan sejumlah negara lain telah menyuarakan dukungan mereka untuk Maduro.

    Trump telah mendukung pemerintah sementara Presiden Juan Guaido yang memproklamirkan diri dan membentuk koalisi internasional, termasuk Organisasi Negara-negara Amerika (OAS), untuk menuntut pengunduran diri Maduro. Namun upaya itu gagal dan militer Venezuela tetap mendukung Nicolas Maduro.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.