Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Amerika Latin Mengutuk Serangan Ekuador terhadap Kedutaan Meksiko

Reporter

image-gnews
Petugas polisi Ekuador berdiri di luar kedutaan Meksiko tempat mereka memindahkan paksa mantan Wakil Presiden Ekuador Jorge Glas di Quito, Ekuador 5 April 2024. REUTERS/Karen Toro
Petugas polisi Ekuador berdiri di luar kedutaan Meksiko tempat mereka memindahkan paksa mantan Wakil Presiden Ekuador Jorge Glas di Quito, Ekuador 5 April 2024. REUTERS/Karen Toro
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan di seluruh Amerika Latin mengutuk serangan Ekuador setelah pasukannya menyerbu kedutaan besar Meksiko di Quito untuk menangkap mantan Wakil Presiden Ekuador Jorge Glas yang telah diberikan suaka politik di sana.

Argentina, Bolivia, Brazil, Chile, Kolombia, Kuba, Peru, Uruguay dan Venezuela menegur keras Ekuador pada Sabtu, beberapa jam setelah penangkapan Jorge Glas pada Jumat malam. Bahkan, Nikaragua bergabung dengan Meksiko dalam memutuskan hubungan diplomatik dengan Ekuador.

Dalam insiden yang terjadi pada Jumat malam, pasukan khusus yang dilengkapi dengan alat pendobrak mengepung kedutaan Meksiko di distrik keuangan Quito, dan setidaknya satu agen memanjat tembok untuk mengekstraksi Glas.

Politisi berusia 54 tahun itu dicari atas tuduhan korupsi dan bersembunyi di dalam kedutaan Meksiko sejak mencari suaka politik pada Desember.

Pihak berwenang Meksiko mengabulkan permintaan itu pada Jumat.

Setelah penangkapannya, Glas terlihat dalam video yang beredar di media sosial dibawa oleh konvoi polisi ke bandara di Quito, diapit oleh tentara bersenjata lengkap. Dia kemudian naik pesawat menuju penjara di Guayaquil, kota terbesar di negara Andean.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengecam serangan dan penangkapan diplomat yang tidak biasa ini sebagai tindakan “otoriter” serta pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan Meksiko.

Sementara pemerintahan Presiden Ekuador Daniel Noboa berpendapat bahwa perlindungan suaka adalah ilegal karena tuduhan korupsi Glas sedang diadili.

Namun, berdasarkan hukum internasional, kedutaan dianggap sebagai wilayah kedaulatan negara yang diwakilinya. Dan Konvensi Wina, yang mengatur hubungan internasional, menyatakan bahwa suatu negara tidak boleh mengganggu kedutaan di wilayahnya.

Pemerintah Brasil mengutuk tindakan Ekuador sebagai “pelanggaran nyata” terhadap norma-norma internasional dan mengatakan tindakan tersebut “harus mendapat penolakan keras, apa pun pembenaran penerapannya”.

Presiden Kolombia Gustavo Petro berargumen dalam sebuah postingan di X bahwa Amerika Latin “harus menjaga prinsip hukum internasional tetap hidup di tengah barbarisme yang berkembang di dunia”. Sementara pemerintahnya mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa mereka akan memperjuangkan perlindungan hukum untuk Glas yang sekarang ditahan.

Amerika Serikat juga mengatakan pihaknya mengutuk setiap pelanggaran terhadap konvensi yang melindungi misi diplomatik dan mendorong “kedua negara untuk menyelesaikan perbedaan mereka sesuai dengan norma-norma internasional”.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan dia “khawatir” dengan serangan itu, dan mendesak kedua belah pihak untuk bersikap moderat dalam menyelesaikan perselisihan tersebut, menurut seorang juru bicara.

Organisasi Negara-negara Amerika yang berbasis di Washington juga mengeluarkan seruan untuk berdialog guna menyelesaikan perselisihan yang semakin meningkat. Mereka menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa sesi dewan permanen badan tersebut akan diadakan untuk membahas perlunya “kepatuhan yang ketat terhadap perjanjian internasional, termasuk perjanjian yang menjamin hak suaka”.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada Sabtu, kedutaan Meksiko masih dikepung oleh polisi dan bendera Meksiko telah diturunkan.

Kementerian Luar Negeri Meksiko mengatakan pada Minggu 7 April 2024 bahwa personel diplomatik dan keluarga mereka akan meninggalkan Ekuador dengan penerbangan komersial. Rombongan ini dkan ditemani oleh personel dari “negara sahabat dan sekutu” menuju ke bandara.

Di Mexico City, sekitar 50 demonstran berunjuk rasa di luar kedutaan Ekuador, menuduh Quito sebagai “fasis”.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi nasional Milenio, diplomat top Meksiko Alicia Barcena mengungkapkan keterkejutannya atas penyerbuan Ekuador ke kedutaan negara tersebut. Ia menambahkan bahwa beberapa personel kedutaan terluka dalam penggerebekan tersebut.

Dia menambahkan bahwa Glas diberikan suaka setelah melakukan analisis mendalam mengenai keadaan seputar tuduhan yang dia hadapi.

Glas adalah wakil presiden di bawah mantan presiden sayap kiri, Rafael Correa, antara 2013 dan 2017.

Dia dibebaskan dari penjara pada November setelah menjalani hukuman karena menerima suap jutaan dolar dalam skandal besar yang melibatkan raksasa konstruksi Brasil, Odebrecht. Dia menghadapi surat perintah penangkapan lagi karena diduga mengalihkan dana yang dimaksudkan untuk upaya rekonstruksi setelah gempa bumi dahsyat pada 2016.

Glas mengklaim dirinya adalah korban penganiayaan politik, tuduhan yang dibantah oleh pemerintah Ekuador.

Mantan Presiden Correa, yang telah diasingkan di Belgia sejak 2017 dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara karena korupsi, menulis di X bahwa “bahkan di masa kediktatoran terburuk sekalipun, kedutaan suatu negara tidak pernah dilanggar”.

Dia mengatakan Glas “kesulitan berjalan karena dipukuli”.

Pilihan Editor: Nikaragua Putuskan Hubungan dengan Ekuador setelah Penggerebekan di Kedutaan Meksiko

REUTERS | AL JAZEERA

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


3 Fakta Menarik Kamala Harris, Kandidat Terkuat Pengganti Joe Biden

7 jam lalu

3 Fakta Menarik Kamala Harris, Kandidat Terkuat Pengganti Joe Biden

Kamala Harris menjadi Wakil Presiden Amerika pertama dari double minoritas keturunan Afrika dan Asia.


Korupsi Peningkatan Jalan, Kejati Sumatera Utara Tahan Mantan Kadis PUPR Sumut

9 jam lalu

Mantan Kadis PUPR Provinsi Sumut berinisial BP bersama Direktur PT EPP berinisial AJT ditahan Kejati Sumut,  Senin, 22 Juli 2024. Foto: Istimewa
Korupsi Peningkatan Jalan, Kejati Sumatera Utara Tahan Mantan Kadis PUPR Sumut

Kedua tersangka korupsi ini ditahan sampai 10 Agustus 2024 di Rumah Tahanan Negara Klas 1 Tanjung Gusta Medan.


Cerita Penumpang Menginap di Bandara selama Empat Hari karena Penerbangan Delay

10 jam lalu

 Vienna Skye, 25 menginap di bandara Rio de Janeiro, Brasil, selama empat hari setelah penerbangannya ditunda pada Mei 2024 (Instagram/@viennaskye)
Cerita Penumpang Menginap di Bandara selama Empat Hari karena Penerbangan Delay

Penumpang itu mengaku tidak bisa keluar bandara karena maskapai terus-menerus membatalkan penerbangan selama empat hari berturut-turut.


Alasan PDIP Sebut Penggeledahan KPK Pengaruhi Elektabilitas Hevearita Gunaryanti Rahayu

12 jam lalu

Hevearita Gunaryanti Rahayu. Foto/Instagram
Alasan PDIP Sebut Penggeledahan KPK Pengaruhi Elektabilitas Hevearita Gunaryanti Rahayu

PDIP tetap mendukung langkah KPK dalam penyidikan dugaan korupsi di lingkup Pemkot Semarang.


Kasus Korupsi Washing Plant, Pejabat PT Timah TBK Ichwan Azwardi Lubis Dituntut 13,6 Tahun Penjara

13 jam lalu

Pejabat PT Timah TBK yang menjadi terdakwa kasus korupsi proyek Washing Plant Tanjung Gunung Ichwan Azwardi Lubis (Kemeja Biru) Dituntut 13,6 tahun penjara oleh jaksa dalam sidang yang digelar di PN Pangkalpinang, Senin, 22 Juli 2024. TEMPO/servio maranda
Kasus Korupsi Washing Plant, Pejabat PT Timah TBK Ichwan Azwardi Lubis Dituntut 13,6 Tahun Penjara

Jaksa menilai eks Kepala Divisi Perencanaan dan Pengendalian Produksi PT Timah 2017-2019 itu terbukti bersalah dan merugikan negara Rp 29,2 miliar.


Korupsi PT Telkom, KPK Periksa 4 Saksi untuk Menghitung Kerugian Negara

14 jam lalu

Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto memberikan keterangan kepada wartawan. ANTARA/Erlangga Bregas Prakoso
Korupsi PT Telkom, KPK Periksa 4 Saksi untuk Menghitung Kerugian Negara

Hari ini, KPK telah memeriksa empat saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi di PT Telkom pada 2017-2018.


Kejati Sumsel Tetapkan 6 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Izin Tambang Batu Bara PT Andalas Bara Sejahtera

15 jam lalu

Ilustrasi penahanan. Sumber: aa.com.tr
Kejati Sumsel Tetapkan 6 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Izin Tambang Batu Bara PT Andalas Bara Sejahtera

Kejati Sumsel telah memeriksa 44 saksi dalam kasus korupsi tambang batu bara yang berpotensi merugikan keuangan negara Rp 555 miliar.


Lolos ke DPD RI sebagai Eks Terpidana, Begini Kilas Balik Kasus Korupsi Irman Gusman

15 jam lalu

Ekspresi terpidana kasus suap kuota pembelian gula impor di Perum Bulog, Irman Gusman, saat mengikuti sidang peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018. Sidang tersebut beragendakan pembacaan tanggapan jaksa penuntut umum KPK terhadap permohonan PK dari mantan Ketua DPD itu. ANTARA
Lolos ke DPD RI sebagai Eks Terpidana, Begini Kilas Balik Kasus Korupsi Irman Gusman

Irman Gusman ditangkap penyidik KPK pada 17 September 2016 lantaran menerima uang Rp 100 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya.


Jadwal Bola Olimpiade Paris 2024 Dimulai Rabu 24 Juli, Laga Argentina vs Maroko Jadi Pembuka

1 hari lalu

Logo Olimpiade Paris 2024. Wikipedia
Jadwal Bola Olimpiade Paris 2024 Dimulai Rabu 24 Juli, Laga Argentina vs Maroko Jadi Pembuka

Berikut pembagian grup dan jadwal pertandingan cabang olahraga sepak bola Olimpiade Paris 2024.


Perdana Menteri Pedro Sanchez Dimintai Keterangan oleh Pengadilan Spanyol atas Dugaan Korupsi Istrinya

1 hari lalu

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan istrinya Maria Begona Gomez Fernandez tiba menjelang pertemuan KTT G20 di Osaka, Jepang 27 Juni 2019. [REUTERS / Jorge Silva]
Perdana Menteri Pedro Sanchez Dimintai Keterangan oleh Pengadilan Spanyol atas Dugaan Korupsi Istrinya

Pengadilan Spanyol membenarkan Perdana Menteri Pedro Sanchez sudah dimintai keterangan terkait kasus hukum yang membelit istrinya.