Tokoh Oposisi Venezuela Minta Bantuan Pentagon Lawan Maduro

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Venezuela  Juan Guaido, kiri, menyerukan kepada militer negara itu agar melakukan kudeta terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sumber: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/foxnews.com

    Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido, kiri, menyerukan kepada militer negara itu agar melakukan kudeta terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sumber: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/foxnews.com

    TEMPO.COCaracas – Tokoh oposisi Venezuela, Juan Guaido, meminta bantuan kerja sama kepada Pentagon lewat delegasi yang dikirim ke Amerika Serikat.

    Baca:

     

    Guaido berharap bantuan ini bisa mengakhiri konflik politik, yang berlangsung sejak awal tahun ini.

    “Kami telah menginstruksikan duta besar Carlos Vecchio untuk segera bertemu dengan Komando Selatan dan pimpinannya untuk memulai hubungan langsung,” kata Guaido dalam sebuah unjuk rasa pada Sabtu di ibu kota Caracas, Venezuela, seperti dilansir Reuters pada 11 Mei 2019.

    Guaido mengatakan,”Kami telah mengatakan sejak awal akan menggunakan semua sumber daya dalam jangkauan kami untuk meningkatkan tekanan.”

    Baca:

     

    Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai Presiden interim Venezuela pada Januari 2019. Dia mendesak agar Presiden Nicolas Maduro untuk segera mundur karena diduga memenangkan pemilu dengan cara curang pada 2018.

    Guaido mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa serta negara Amerika Latin. Namun, Maduro didukung Kuba, Rusia, dan Cina. Rusia telah mengirim pasukan sebanyak 100 orang prajurit untuk menggelar pelatihan militer pada April 2019.

    Baca:

     

    Pada peringatan Hari Buruh 1 Mei 2019, Guaido mencoba menggerakkan massa untuk menggulingkan Maduro. Namun, gerakan ini ditumpas oleh pasukan militer yang setia kepada Maduro. Arus massa yang mencoba mendatangi istana kepresidenan Venezuela dicegat ditengah jalan ditembaki gas air mata serta peluru karet.

    Mengenai pertemuan ini, perwakilan dari Komando Selatan AS dan Vecchio belum memberikan komentar. Selama ini, seperti dilansir Channel News Asia, pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump menyatakan semua opsi terbuka untuk menjatuhkan Maduro, yang menyebut Guaido sebagai boneka AS.

    Komando Selatan AS pernah mencuit pada Kamis lalu bahwa pimpinannya siap berdiskusi untuk mendukung perang masa depan dari para pemimpin militer Venezuela, yang mendukung konsitusi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.