Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Trump Sindir Navy SEAL karena Telat Bunuh Osama bin Laden

image-gnews
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di kantornya. Sky News
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di kantornya. Sky News
Iklan

TEMPO.CO, JakartaDonald Trump menyindir pensiunan komandan Navy SEAL karena telat membunuh Osama bin Laden di Pakistan. Namun komandan Navy Seal tersebut membalas dengan menyebut Trump sebagai ancaman terbesar bagi demokrasi.

Sindiran dilontarkan Donald Trump setelah pensiunan Angkatan Laut Laksamana Bill McRaven, yang memimpin unit Navy Seal atas penyerbuan Osama bin Laden, mengecam Trump karena telah menyerang media, seperti dilansir dari Dailymail.co.uk, 19 November 2018.

Baca: Secret Service Sebut Donald Trump Mau Dibunuh Saat di Filipina

Selain mengecap McRaven sebagai pendukung Hillary Clinton, Trump juga menyindir dan mengkritik McRaven karena militer AS terlalu lama menemukan dan membunuh Osama bin Laden, yang menyebabkan Osama tinggal di rumah mewah di Pakistan untuk waktu yang lama.

Pensiunan mantan Komandan Unit Navy Seal Bill McRaven.[NBC News]

Osama Bin Laden tewas di Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011, oleh pasukan khusus AS, Navy SEAL.

Baca: Pakistan Tahan Pembocor Persembunyian Osama bin Laden

Osama dilaporkan tinggal di kompleks rahasia yang dibentengi khusus, sekitar satu kilometer dari Akademi Militer Pakistan selama bertahun-tahun, menimbulkan pertanyaan apakah pejabat Pakistan mengetahui keberadaan Osama sebelumnya. Namun Pakistan membantah mengetahui Osama bin Laden ada di sana.

Osama Bin Laden dilaporkan tidak menggunakan internet atau telepon seluler untuk menjaga kerahasiaannya selama persembunyian di Pakistan.

Afganistan. Dalam rekaman video terlihat Osama bin Laden membawa senjata favoritnya AK-47, senjata ini terus dibawa hingga kematiannya dalam penyerangan oleh Navy SEAL di Abottabad Pakistan. foto ini diambil pada 07 Oktober 2001. AFP PHOTO/AL-JAZEERA/Getty Images.

"Saya tidak mendukung Hillary Clinton atau orang lain," kata McRaven saat diwawancara CNN menanggapi komentar Trump.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Saya adalah penggemar Presiden Obama dan Presiden George W. Bush, di mana saya bekerja untuk keduanya. Saya mengagumi semua presiden, terlepas dari partai politik mereka, yang menjunjung tinggi martabat jabatan dan yang menggunakan kursi itu untuk menyatukan bangsa dalam masa-masa sulit."

"Saya tetap pada komentar saya bahwa serangan Presiden terhadap media adalah ancaman terbesar bagi demokrasi kita."

Baca: Donald Trump Marahi Wartawan Saat Konpers Pemilu Sela, Kenapa?

Pernyataan Trump juga memicu kritik dari purnawirawan Letnan Jenderal Mark Hertling, yang bertugas dengan McRaven di Eropa dan Irak.

"Saya akan menyampaikan satu kata. Dan kata itu adalah 'memuakkan',"kata Hertling tentang kritik Trump terhadap McRaven.

Sebelumnya McRaven menulis di Washington Post pada Agustus bahwa "Trump telah mempermalukan kita di mata anak-anak kita, mempermalukan kita di panggung dunia dan, yang paling buruk, memecah kita sebagai sebuah bangsa."

Sementara Donald Trump menanggapi kritikan McRaven saat wawancara dengan Fox News.

Baca: Calon Kongres AS Samakan Donald Trump dengan Osama Bin Laden

"Bukankah akan sangat bagus jika kita mendapat Osama Bin Laden lebih cepat dari itu, bukankah itu bagus?" kata Trump.

"Dia (Osama bin Laden) tinggal di Pakistan tepat di sebelah akademi militer, semua orang di Pakistan tahu dia (Osama bin Laden) ada di sana. Dan kami memberi Pakistan US$ 1,3 miliar (Rp 19 triliun) per tahun dan mereka tidak memberitahunya," kata Trump.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Terduga Penembak Donald Trump Juga Main Discord, Apa Fungsi Aplikasi Ini?

1 jam lalu

Discord. antaranews.com
Terduga Penembak Donald Trump Juga Main Discord, Apa Fungsi Aplikasi Ini?

Kenakan kaos kanal YouTube soal senjata dan semat unggah video TikTok, terduga penembak Donald Trump juga main Discord?


Trump Memilih JD Vance sebagai Calon Wakil Presiden, Senator dan Loyalis

1 jam lalu

JD Vance. REUTERS/Gaelen Morse
Trump Memilih JD Vance sebagai Calon Wakil Presiden, Senator dan Loyalis

JD Vance senator dari Ohio. Ia dikenal sebagai salah satu pembela Trump yang paling gigih


Harga Emas Dunia Diprediksi Melonjak Tembus hingga US$ 2.500 Bulan Ini, Apa Saja Pemicunya?

2 jam lalu

Emas batangan 50g siap dicetak di foto di pabrik penyulingan dan pabrikan batangan Argor-Heraeus di Mendrisio, Swiss, 13 Juli 2022. REUTERS/Denis Balibouse
Harga Emas Dunia Diprediksi Melonjak Tembus hingga US$ 2.500 Bulan Ini, Apa Saja Pemicunya?

Analis Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia bulan ini tembus US$ 2.500 per troy ounce. Apa saja pemicunya?


Donald Trump Masuk Daftar Tokoh Dunia yang Pernah Selamat dari Percobaan Pembunuhan

4 jam lalu

Legenda sepakbola Argentina Diego Maradona, memunjukan tato bergambarkan Fidel Castro saat dirinya menjalani rhabilitasi ketergantungan narkoba di Revolution Palace di Havana, 29 Oktober 2001. Fidel Castro membantu Maradona untuk keluar dari ketergantungan narkoba. REUTERS/Stringer/File Photo
Donald Trump Masuk Daftar Tokoh Dunia yang Pernah Selamat dari Percobaan Pembunuhan

Donald Trump menambah daftar tokoh terkenal yang selamat dari upaya percobaan pembunuhan. Para tokoh ini mengalami serangan bom hingga penembakan.


Terkini: Daftar Bisnis Donald Trump di RI, Kerugian BUMN akibat Whoosh Bisa jadi Bom Waktu Pemerintahan Prabowo

4 jam lalu

Terkini: Daftar Bisnis Donald Trump di RI, Kerugian BUMN akibat Whoosh Bisa jadi Bom Waktu Pemerintahan Prabowo

Berita terkini ekonomi dan bisnis pada Rabu siang ini dimulai dari daftar aset mantan presiden AS Donald Trump di Indonesia.


Profil Usha Vance, Istri Cawapres Trump, yang Punya Karier Mentereng

4 jam lalu

Kandidat wakil presiden dari Partai Republik J.D. Vance didampingi istrinya Usha Chilukuri Vance saat ia tiba pada Hari 1 Konvensi Nasional Partai Republik (RNC), di Fiserv Forum di Milwaukee, Wisconsin, AS, 15 Juli 2024. REUTERS/ Mike Segar
Profil Usha Vance, Istri Cawapres Trump, yang Punya Karier Mentereng

Usha Vance, istri calon wakil presiden Donald Trump, J.D. Vance, adalah seorang pengacara yang kariernya tak kalah mentereng dengan suaminya.


Daftar Aset Donald Trump di Indonesia, Punya Usaha di Lido

5 jam lalu

Daftar Aset Donald Trump di Indonesia, Punya Usaha di Lido

Calon presiden AS, Donald Trump, memiliki sejumlah aset di Indonesia. Apa saja dan di mana saja aset tersebut berada?


Trump Sebut Taipei Harus Bayar Biaya Pertahanan, Picu Saham Perusahaan Chip Taiwan Anjlok

5 jam lalu

Trump Sebut Taipei Harus Bayar Biaya Pertahanan, Picu Saham Perusahaan Chip Taiwan Anjlok

Taiwan harus membayar Amerika Serikat untuk pertahanannya, kata calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump


Posisi Calon Wapres Trump atas Isu Palestina, Israel, Ukraina, dan Cina

5 jam lalu

Kandidat Partai Republik di Senat AS J.D. Vance berbicara bersama dengan mantan Presiden AS Donald Trump saat rapat umum untuk mendukung kandidat Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu, di Dayton, Ohio, AS, 7 November 2022. REUTERS/Shannon Stapleton
Posisi Calon Wapres Trump atas Isu Palestina, Israel, Ukraina, dan Cina

Vance mendukung penuh aksi Israel di Gaza, namun menginginkan kehati-hatian terhadap Iran, fokus pada Cina, dan mengurangi dukungan untuk Ukraina.


Menilik Sistem Pemilihan Presiden Amerika Serikat, Begini Proses Donald Trump Vs Joe Biden

6 jam lalu

Menilik Sistem Pemilihan Presiden Amerika Serikat, Begini Proses Donald Trump Vs Joe Biden

Donald Trump dijadwalkan terima nominasi partai dalam pidato Kamis ini dan akan menghadapi Joe Biden dalam pilpres 5 November 2024.