Rabi Yahudi Minta Bait Suci Ketiga Dibangun di Yerusalem, Kiamat?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penganut Yahudi membawa kitab suci Taurat saat ziarah akbar dalam perayaan Paskah Yahudi di Tembok Ratapan, Kota Tua Yerusalem, 2 April 2018. Ritual mengingat penderitaan bangsa Israel saat eksodus dari Mesir itu juga dilakukan dengan menghindari makan makanan yang mengandung ragi. REUTERS/Ronen Zvulun

    Penganut Yahudi membawa kitab suci Taurat saat ziarah akbar dalam perayaan Paskah Yahudi di Tembok Ratapan, Kota Tua Yerusalem, 2 April 2018. Ritual mengingat penderitaan bangsa Israel saat eksodus dari Mesir itu juga dilakukan dengan menghindari makan makanan yang mengandung ragi. REUTERS/Ronen Zvulun

    TEMPO.CO, Jakarta - Para ahli teori konspirasi Alkitab telah menyuarakan peringatan bahwa pendirian Bait Suci ketiga di Yerusalem diyakini akan membawa kembali Yesus Kristus dan semakin dekatnya hari kiamat.

    Dilansir dari Sputniknews, 12 November 2018, ajaran eskatologis Yahudi menyatakan bahwa Bait Suci akan muncul dari tanah untuk ketiga kalinya ketika Armageddon atau ramalan tentang hari akhir mendekat.

    Baca: Keluarga Muslim Ini Jaga Situs Suci Kristen di Yerusalem

    Kekhawatiran itu dipicu pekan lalu oleh komunitas rabi Yahudi yang dikenal dengan nama Sanhedrin, menulis surat kepada dua calon wali kota Yerusalem, meminta untuk akhirnya membangun kembali kuil, setelah dua Kuil Suci pertama dibangun di Temple Mount Yerusalem yang berabad-abad silam dihancurkan oleh orang Babilonia dan kemudian oleh orang Romawi.

    Suasana petugas keamanan Israel menyingkirkan pemindai logam yang berada di pintu masuk masjid Al Aqsa di Yerusalem, 25 Juli 2017. AP

    "Para rabi dari dewan Sanhedrin mendesak kedua calon wali kota untuk memasukkan dalam rencana mereka agar membangun kembali kuil ketiga di kota ini," kata pendeta Kristen dan pengkhotbah hari kiamat, Paul Begley, di video YouTube-nya.

    Baca: Begini Sejarah Perebutan Yerusalem Sejak Ribuan Tahun Lalu

    "Saudaraku, ini sangat dekat dengan ramalan Alkitab, saya tidak tahu harus berkata apa lagi," Begley menambahkan.

    Dia mengklaim tidak ada keraguan Yesus dari Nazareth, penyelamat dunia, akan kembali.

    Orang Yahudi melakukan doa bersama menjelang Hari Raya Yom Kippur di tembok ratapan, Yerusalem, 16 September 2018. REUTERS/Ammar Awad

    Sementara itu, menurut Irvin Baxter dari Endtime Ministries, menyebut Bait Suci ketiga akan dibangun kembali dalam tujuh tahun terakhir dari keberadaan dunia, dan dalam tiga tahun pertama dari akhir zaman, menjadi sebagai tanda yang paling terlihat dari hari kiamat.

    "Karena fondasi itu diletakkan di Bukit Bait Suci, setiap jaringan di Bumi akan menyiarkan peristiwa luar biasa ini," kata Baxter.

    Baca: Inilah 8 Ramalan Seputar Tibanya Hari Kiamat

    Pada 2016, Breaking News Israel melaporkan bahwa komunitas Nascent Sanhedrin juga menulis surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dan memenuhi peran mereka berdasarkan Alkitab dengan membangun kembali Bait Suci Yahudi di Yerusalem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.