Begini Sejarah Perebutan Yerusalem Sejak Ribuan Tahun Lalu

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kota Tua Yerusalem terlihat melalui sebuah pintu dengan bentuk bintang, di Yerusalem, 6 Desember 2017. AP Photo/Oded Balilty

    Kota Tua Yerusalem terlihat melalui sebuah pintu dengan bentuk bintang, di Yerusalem, 6 Desember 2017. AP Photo/Oded Balilty

    TEMPO.CO, Jakarta - Dunia kini  disibukkan dengan kisruh tentang siapa yang paling pantas menguasai Yerusalem. Baik Palestina dan Israel sama-sama mengklaim kota suci itu sebagai ibukotanya berdasarkan tulisan pada kitab suci masing-masing, termasuk sejarah yang rumit.

    Dalam sejarahnya, sejak ribuan tahun lalu peristiwa berdarah yang menelan korban jiwa tak terhingga dalam memperebutkan Yerusalem.

    Berikut sejarah rumit peradaban kota Yerusalem, yang merupakan tempat suci bagi umat Islam, Kristen dan Yahudi tersebut, seperti dikutip dari Deutsche Welle.

    Baca: Dewan Keamanan PBB Segera Bahas Resolusi Status Yerusalem

    Yerusalem, kota Daud

    Menurut Kitab Suci Perjanjian Lama, Daud, raja untuk kerajaan Yehuda dan Israel, menaklukkan Yerusalem dari orang-orang Yebus sekitar tahun 1000 Sebelum Masehi. Daud kemudian memindahkan pemerintahannya ke Yerusalem, menjadikannya ibukota dan pusat keagamaan kerajaannya. Alkitab mengatakan bahwa putra Daud, Salomo, membangun kuil pertama untuk Yahweh, Allah Israel. Yerusalem menjadi pusat Yudaisme.

    Di bawah peraturan Persia

    Raja Neo-Babilonia Nebukadnezar II menaklukkan Yerusalem pada tahun 597 SM dan lagi pada tahun 586 SM, seperti yang Alkitab katakan. Dia membawa Raja Yoyakim dan kelas atas Yahudi ke dalam tahanan, mengirim mereka ke Babel dan menghancurkan bait suci. Setelah raja Persia Cyrus Agung merebut Babel, dia mengizinkan orang-orang Yahudi yang diasingkan untuk kembali ke Yerusalem dan membangun kembali bait suci mereka.

    Di bawah pemerintahan Romawi dan Bizantium

    Sejak tahun 63 Masehi, Yerusalem berada di bawah pemerintahan Romawi. Gerakan perlawanan cepat terbentuk, sehingga pada tahun 66 Masehi pecah perang Yahudi-Romawi Pertama. Perang berakhir 4 tahun kemudian, dengan kemenangan Romawi dan penghancuran kembali kuil di Yerusalem. Orang Romawi dan Bizantium memerintah Palestina selama kurang lebih enam ratus tahun.

    Baca: [Slide} 5 Hal Penting tentang Yerusalem yang Perlu Anda Ketahui

    Penaklukan oleh orang Arab

    Selama penaklukan Islam di Suriah Raya, tentara Muslim juga tiba di Palestina. Atas perintah Khalifah Umar, Yerusalem dikepung dan dikuasai bangsa Arab pada tahun 637 Masehi. Di era pemerintahan Muslim berikut, berbagai, pemimpin agama yang saling bermusuhan dan terpecah belah memimpin kota itu. Yerusalem sering dikepung dan berpindah tangan beberapa kali.

    Perang Salib

    Dari tahun 1070 Masehi dan seterusnya, penguasa Seljuk Muslim semakin mengancam dunia Kristen. Paus Urbanus II akhirnya menyerukan Perang Salib. Sebanyak 5 Perang Salib terjadi untuk menaklukkan Yerusalem dalam waktu 200 tahun. Pada 1244, bagaimanapun, tentara salib akhirnya kehilangan kendali atas kota dan sekali lagi jatuh di bawah pemerintahan Muslim.

    Utsmaniyah dan Inggris

    Setelah penaklukan Mesir dan Arab oleh orang Utsmani, Yerusalem menjadi pusat pemerintahan Ottoman pada tahun 1535. Pada dekade pertama pemerintahan Ottoman, kota ini melihat sebuah kebangkitan yang jelas. Dengan kemenangan Inggris atas pasukan Ottoman pada tahun 1917, Palestina jatuh di bawah pemerintahan Inggris. Yerusalem berpindah ke Inggris tanpa perlawanan.

    Kota yang terbagi

    Setelah Perang Dunia II, Inggris menyerahkan Mandat Palestina yang dipegang mereka. PBB memilih sebuah divisi di negara tersebut untuk membentuk sebuah rumah bagi orang-orang yang selamat dari Holocaust. Beberapa negara Arab kemudian berperang melawan Israel dan menaklukkan Yerusalem. Sampai tahun 1967, kota ini terbagi menjadi Israel barat dan Yordania timur.

    Baca: Penyandang Disabilitas Palestina Diduga Ditembak Sniper Israel

    Yerusalem Timur kembali ke Israel

    Pada tahun 1967, Israel melancarkan Perang Enam Hari melawan Mesir, Yordania dan Suriah. Israel menguasai Sinai, Jalur Gaza, Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan dan Yerusalem Timur. Pasukan payung Israel mendapatkan akses ke Kota Tua dan berdiri di Tembok Ratapan untuk pertama kalinya sejak 1949. Yerusalem Timur tidak secara resmi dianeksasi, namun terintegrasi ke dalam pemerintahan.

    Berziarah ke Israel

    Israel tidak menutup akses uat Muslim ke tempat-tempat suci. Bukit Bait Suci berada di bawah pemerintahan Muslim otonom. Orang-orang Muslim bisa masuk, mengunjungi Dome of the Rock dan masjid Al-Aqsa yang berdekatan dan berdoa di sana.

    Status belum terselesaikan

    Yerusalem sampai sekarang menjadi penghalang bagi perdamaian antara Israel dan Palestina. Pada tahun 1980, Israel mengumumkan seluruh kota itu "ibukota abadi dan tak terpisahkan". Setelah Yordania menyerahkan klaimnya kepada Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada tahun 1988, negara bagian Palestina diproklamirkan. Palestina juga menyatakan secara teori, Yerusalem sebagai ibukotanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.