Inilah 8 Ramalan Seputar Tibanya Hari Kiamat  

Reporter

Ilustrasi kiamat. Fanpop.com

TEMPO.COLondon - Menurut sejumlah ilmuwan, dunia ini kemungkinan akan mengalami kiamat pada 16 Maret 2880. Mereka mengungkapkan bahwa Asteroid 1950 DA memiliki peluang sebesar 0,3 persen untuk menghantam bumi dalam waktu 867 tahun ke depan, dan hingga saat ini para ilmuwan tersebut belum menemukan cara untuk mencegahnya.

Asteroid berdiameter 1 kilometer ini bergerak dengan kecepatan tinggi dan berotasi setiap dua jam enam menit, serta bisa menimbulkan kerusakan luar biasa saat menghantam bumi nanti. Namun ini bukan ramalan pertama tentang hari kiamat. Berikut ini prediksi-prediksi sebelumnya yang telah terbukti melenceng.

1000
Pada tahun 999, kekhawatiran akan milenium baru menimbulkan peningkatan ibadah umat kristiani karena mereka mengira kiamat segera tiba. Publik bahkan meninggalkan pekerjaan dan rumah-rumah mereka. Dan, saat tahun baru tiba tanpa terjadinya kiamat, para peramal berkilah mereka telah keliru menghitung usia Yesus Kristus dan membuat prediksi baru bahwa kiamat akan terjadi pada 1033.

Februari 1524
Sejajarnya posisi planet Jupiter dan Saturnus dalam konstelasi Pisces membuat para ahli astrologi London meramalkan terjadinya banjir besar seperti pada zaman Nabi Nuh. Ribuan orang pun mengungsi ke dataran tinggi, tapi tak terjadi apa-apa.

Nostradamus: Beberapa Tanggal Berbeda
Nostradamus membuat ramalan berbeda mengenai kapan datangnya hari kiamat, tapi semua ramalan itu terbukti keliru. Meski begitu, para pengikutnya mengklaim Notradamus bisa meramalkan bencana-bencana besar di dunia seperti 9/11.

Musim Gugur 1982
Pada 1980, penginjil di televisi, Pat Robertson, menyampaikan kepada para pemirsa acaranya yang populer, The 700 Club, bahwa kiamat akan terjadi dalam dua tahun ke depan. “Saya menjamin menjelang akhir 1982 akan ada hari kiamat,” katanya.

2000
Banyak orang meramalkan masyarakat dunia yang bergantung pada komputer bakal meledak saat milenium baru karena komputer-komputer itu akan bingung dengan tahun yang berisi tiga angka nol dan akan kembali ke tahun 1900. Kenyataannya, pergantian ke tahun 2000 terjadi dengan damai tanpa menimbulkan masalah.

21 Mei 2011
Pastor Amerika Serikat, Harold Camping, meramalkan kiamat akan terjadi pada 21 Mei 2011. Ia membuat ramalan tersebut setelah membentuk Family Stations Ministry pada 1958 meski awalnya ia meramalkan kiamat akan terjadi pada 6 September 1994, sebelum berkilah telah melakukan kesalahan dalam menghitung tanggal. Camping yang meninggal dunia Desember lalu pada usia 92 kemudian dikritik setelah sejumlah pengikutnya menjual harta benda mereka karena percaya tak akan membutuhkannya lagi.

21 Desember 2012
Suku Maya kuno meramalkan kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. Setidaknya ini adalah ramalan mereka yang menginterpretasikan kalender suku Maya yang habis pada 21 Desember, sehingga mengira tak akan ada lagi kehidupan setelah hari terakhir itu. Kalender panjang suku Maya yang dimulai pada 3114 Sebelum Masehi berakhir pada musim dingin 2012.

2018 hingga 2028
Dr F. Kenton Beshore meramalkan kiamat akan terjadi antara 2018 dan 2028. Keyakinan pendiri World Bible Society ini berdasarkan pada kalimat dalam Alkitab yang menjelaskan Pengangkatan terjadi sekitar 2021 saat “kita semua akan pergi”. Beshore berharap peringatan awal ini akan menggiring “miliaran orang menuju Yesus”.

MIRROR | A. RIJAL






Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

7 Februari 2021

Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran Covid-19 dari 192 negara.


Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

6 Februari 2021

Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, mengungkapkan alasannya mengikuti pemilihan kepala daerah 2020


Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

4 Februari 2021

Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

Tim pengacara Donald Trump berkeras Senat tak cukup kuat punya otoritas untuk memakzulkan Trump karena dia sudah meninggalkan jabatan itu.


Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.


Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

3 Februari 2021

Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

Pada 2019 grup otomotif menyumbang sekitar sepersepuluh dari pasar semikonduktor senilai 429 miliar dolar Amerika Serikat.


Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

30 Januari 2021

Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

Imigran dari Suriah mendapat kelonggaran aturan sehingga mereka bisa tinggal di Amerika Serikat dengan aman sampai September 2022.


Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

30 Januari 2021

Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

Tutorial pembuatan bom ditemukan di rumah anggota kelompok ekstremis Proud Boys, Dominic Pezzola, yang didakwa terlibat dalam kerusuhan US Capitol


Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

29 Januari 2021

Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pembebasan pembunuh jurnalis Wall Street, Journal Daniel Pearl, oleh Mahkamah Agung Pakistan.


Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

29 Januari 2021

Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat kini mengizinkan dokter dan perawat yang sudah pensiun untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19


Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

27 Januari 2021

Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan hal yang salah jika AS kembali ke perjanjian nuklir Iran