Negara Besar Sambut Deklarasi Perdamaian Korea Utara dan Selatan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, tertawa bersama dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat acara makan malam di Rumah Perdamaian di desa Panmunjom di zona gencatan senjata, 27 April 2018. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengakhiri konflik antar kedua negara dan mengurangi ketegangan akan proram nuklir Korea Utara. Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters

    Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, tertawa bersama dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat acara makan malam di Rumah Perdamaian di desa Panmunjom di zona gencatan senjata, 27 April 2018. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengakhiri konflik antar kedua negara dan mengurangi ketegangan akan proram nuklir Korea Utara. Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah negara besar menyambut baik Deklarasi Panmunjom antara Korea Utara dan Korea Selatan. Deklarasi itu diharapkan bakal membawa perdamaian abadi bagi Seoul dan Pyongyang, yang terlibat konflik selama 65 tahun terakhir.

    Wakil Presiden AS Mike Pence, mengeluarkan pernyataan menyambut baik deklarasi itu. Menurut Pence deklarasi antar-Korea merupakan langkah menuju denuklirisasi tetapi mengatakan AS akan berhati-hati dalam menanggapinya.

    Baca: Orang Tua Otto Warmbier Menggugat Korea Utara

    Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, juga menyambut baik dengan mengatakan Perang Korea berakhir dengan kesepakatan damai kedua Korea. "Hal-hal baik terjadi. Tapi waktu yang akan berbicara," kata Trump, 27 April 2018 waktu setempat lewat akun Twitter @realdonaldtrump.

    Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, berjalan bersama dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, disela-sela pertemuan di Rumah Perdamaian di desa Panmunjom di zona gencatan senjata, 27 April 2018. (Korea Summit Press Pool via AP)

    Secara terpisah, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, tampaknya lebih berhati-hati. Dia mengatakan mengatakan akan terus mengawasi Korea Utara dan mendesak negara itu untuk mengambil tindakan nyata.

    Baca: Kim Jong Un Tutup Fasilitas Nuklir Korea Utara, Trump Mencuit Ini

    "Saya menyambut deklarasi itu sebagai gerakan positif," kata Abe, seperti dilansir Korea Herald pada Sabtu, 28 April 2018.

    "Jepang akan membandingkan deklarasi terbaru dengan yang sebelumnya dan menanggapi sesuai dengan analisis," kata Abe. Menurut dia, Tokyo akan terus bekerja sama dengan Seoul dan Washington mengenai masalah ini.

    Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, memeluk pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, usai penandatangan kesepakatan di Rumah Perdamaian di desa Panmunjom di zona gencatan senjata, 27 April 2018. (Korea Summit Press Pool via AP)

    Cina dan Rusia menyambut baik hasil KTT antar-Korea dan Deklarasi Panmunjom. Pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan pernyataan yang berbunyi deklarasi perdamaian dua Korea merupakan perkembangan yang sangat positif. Cina mengeluarkan pernyataan serupa, menekankan Beijing mendukung resolusi diplomatik masalah nuklir Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.