Reaktor Nuklir Korea Utara Terbengkalai, 100 Juta Orang Terancam

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan reaktor yang rusak di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl  yang terlihat dari kota Ukraina ditinggalkan Pripyat, Ukraina, 5 April 2017. REUTERS/Gleb Garanich

    Bangunan reaktor yang rusak di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl yang terlihat dari kota Ukraina ditinggalkan Pripyat, Ukraina, 5 April 2017. REUTERS/Gleb Garanich

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu reaktor nuklir di Korea Utara kini dalam kondisi terbengkalai sehingga berisiko membahayakan nyawa puluhan juta orang di seluruh kawasan Asia Timur.

    Hasil penelitian terbaru yang disusun Oleg Shcheka, seorang profesor fisika dan kimia yang berbasis di kota Rusia Timur Jauh Vladivostok, menunjukkan indikasi kecelakaan yang mirip dengan bencana reaktor nuklir Chernobyl di Rusia pada 1986.

    Baca: Presiden Moon: Korea Utara Siap Denuklirisasi Penuh tanpa Syarat

    Oleg melihat standar keamanan, pemeliharaan yang buruk dan tidak adanya protokol operasional di pembangkit listrik tenaga nuklir Yongbyon di Korea Utara dapat menyebabkan kematian mengerikan bagi sekitar 100 juta orang di seluruh Asia timur laut.

    Baca: Trump: Korea Utara Bersih dari Senjata Nuklir 2020

    “Berdasarkan kemampuan pembangkit listrik reaktor, dan tergantung pada kondisi cuaca, seperti kekuatan dan arah angin, hingga 100 juta orang di Korea Utara dan Korea Selatan, provinsi timur Cina, di selatan Timur Jauh Rusia dan di pantai barat Jepang bisa terkena bahaya, ”kata Shcheka, seperti dilansir Telegraph pada 19 April 2018.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. visionplus.tv

    Reaktor nuklir itu dibangun pada 1965 dengan bantuan Uni Soviet. Pembangkit listrik 2 megawatt ini dibangun serupa dengan reaktor grafit air ringan RBMK-1000 era Soviet - dan merupakan jenis teknologi sama yang digunakan di Chernobyl.

    Temuan Shcheka juga mengungkapkan teknisi Soviet yang membantu pembangunan reaktor pada 1960-an berulang kali didesak pejabat Korea Utara untuk mengambil jalan pintas meski harus mengabaikan standar keamanan demi cepatnya konstruksi.

    Korea Utara saat ini, seperti dilansir Reuters, sedang menyiapkan kesepakatan denuklirisasi program senjata nuklir miliknya dengan pemerintah Korea Selatan dan AS. Baru-baru ini, rezim komunis tertutup ini menyatakan akan menutup fasilitas uji coba nuklir miliknya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.