Donald Trump Dipuji Korban Perang Suriah, Ajak Minum Bir

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump memberikan pernyataannya di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 13 April 2018. Donald Trump mengatakan menurutnya rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad bertanggung jawab untuk itu. (AP Photo/Susan Walsh)

    Presiden Donald Trump memberikan pernyataannya di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 13 April 2018. Donald Trump mengatakan menurutnya rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad bertanggung jawab untuk itu. (AP Photo/Susan Walsh)

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban selamat serangan senjata kimia memuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah menggempur Suriah bersama Prancis dan Inggris pada Sabtu, 14 April 2018. 

    Kassem Eid, salah seorang korban selamat dari serangan senjata kimia di Suriah pada 2013, ingin membelikan bir untuk Trump dan berbagi pengalaman. "Aku ingin sekali membelikan Trump bir dan menceritakan betapa buruknya situasi di Suriah," kata Eid seperti dilansir CNN pada 15 April 2018.

    Baca: Amerika Serikat Tak Ingin Terlibat Perang di Suriah

    Pasukan Amerika Serikat dan sekutunya, Inggris dan Prancis menembakkan rudal-rudalnya ke 3 lokasi penting di Damaskus dan Homs di Suriah [ABC NEWS]

    Amerika Serikat bersama Inggris dan Prancis meluncurkan serangan udara terkoordinasi Jumat malam waktu setempat menargetkan situs senjata kimia Suriah. Dalam pidato yang mengumumkan serangan itu, Trump menyalahkan rezim Presiden Suriah Bashar al Assad atas beberapa serangan dengan senjata kimia yang menewaskan warga sipil.

    "Serangan senjata kimia ke Douma, Ghouta Timur, di pinggiran Ibus Kota Damaskus menewaskan sedikitnya 70 orang dan melukai ratusan korban lainnya," tulis Al Jazeera dalam laporannya, Ahad 15 April 2018.Gambar yang diambil dari video, memperlihatkan sebuah jet tempur yang lepas landas guna ikut bergabung dalam operasi serangan udara ke Suriah bersama Amerika Serikat, Inggris dan Perancis, 14 April 2018. Courtesy French Military/Twitter/via REUTERS

    Sejumlah laporan media internasional melaporkan, gempuran udara yang diprakarsai oleh Amerika Serikat dengan dukungan Inggris dan Prancis itu melibatkan sekitar seratus rudal dan menyasar instalasi produksi senjata kimia di Damaskus, instalasi penyimpanan senjata di Homs serta pos komando militer di Damaskus.

    Baca: Lagi, Amerika Serikat dan Sekutunya Menyerang Suriah

    "Gempuran udara yang kami lancarkan ke Suriah sukses dan melumat sejumlah instansi," kata Trump dala pidato sambutan atas serangan yang dilancarkan Amerika Serikat seperti dikutip CNN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?