Senin, 23 Juli 2018

Serangan Bom Kimia, Turki Dukung Gempuran ke Suriah

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Sabtu, 14 April, merilis video rudal penghancur USS Monterey yang melakukan operasi serangan ke Suriah saat berada di Laut Mediterania.

    Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Sabtu, 14 April, merilis video rudal penghancur USS Monterey yang melakukan operasi serangan ke Suriah saat berada di Laut Mediterania.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan menyatakan mendukung serangan kombinasi ke Suriah setelah menuding rezim Presiden Bashar al Assad melakukan serangan bom kimia ke Kota Douma, Ghouta Timur.

    Amerika Serikat bersama sekutunya, Inggris dan Prancis mengirim gelombang serangan udara ke Suriah, Sabtu, 14 April 2018, sebagai jawaban atas ulah Assad yang dituduh melakukan siraman bom barel berisi zat kimia terhadap basis pemberontak di Kota Douma, pekan lalu.

    Baca: Turki - Amerika Serikat Dirikan Pos Keamanan Gabungan di Suriah

    Di sebuah negara yang dihancurkan oleh perang, kami bertemu Rien, pejuang Suriah, perempuan yang membantu membersihkan jalan-jalan kejahatan dan pekerjaan ilegal.ZOOMIN TV

    "Serangan bom kimia di Douma, pinggiran Damaskus, menyebabkan sedikitnya 70 orang tewas dan ratusan lainnya sesak nafas," tulis Al Jazeera dalam laporannya, Ahad, 15 April 2018.

    Sementara itu, Helm Putih, badan perrtahanan sipil lokal, mengatakan kepada media, serangan bom kimia yang dilancarkan oleh pasukan pemerintah Suriah mengakibatkan setidaknya 85 penduduk sipil, temasuk anak-anak tewas. Sedangkan ratusan lainnya cedera.Persenjataan anti rudal Suriah untuk menangkis serangan AS dan sekutunya. rt.com

    "Operasi gabungan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis adalah sebuah pesan bagi rezim Suriah bahwa pembunuhan massal harus mendapatkan jawaban," kata Erdogan di depan pendukung Partai Keadilan dan Pembangunan dalam sebuah pertemuan di Istanbul, Sabtu. Erdogan melanjutkan, "Rakyat Suriah yang tak berdosa seharusnya dibela sejak lama."

    Baca: Inggris Gabung Amerika Serikat Gempur Suriah

    Pada kesempatan itu Erdogan mengatakan, dia telah bebicara dengan Amerika Serikat, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon mengenai operasi militer di Suriah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.