Rusia: Sebagian Besar Rudal Amerika Serikat Dihadang Suriah

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Langit Damaskus diterangi api rudal ketika Amerika Serikat melancarkan serangannya ke Suriah, 14 April 2018. Serangan yang diperintahkan oleh Donald Trump terkait penggunaan senjata kimia di Suriah. (AP Photo/Hassan Ammar)

    Langit Damaskus diterangi api rudal ketika Amerika Serikat melancarkan serangannya ke Suriah, 14 April 2018. Serangan yang diperintahkan oleh Donald Trump terkait penggunaan senjata kimia di Suriah. (AP Photo/Hassan Ammar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sebagian besar rudal yang ditembakkan pasukan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis berhasil dihadang oleh sistem pertahanan udara pemerintah Suriah.

    Pernyataan yang disampaikan Kementerian pertahanan Rusia melalui kantor berita TASS pada Sabtu, 14 April 2018 itu mendukung klaim angkatan bersenjata Suriah yang mengaku menembak jatuh 13 rudal Amerika Serikat.

    Baca: Suriah Tembak Jatuh 13 Rudal Amerika Serikat dan Sekutu

    Klaim Suriah itu disampaikan oleh televisi pemerintah Suriah  yang melaporkan rudal dihadang saat ditembakkan ke arah pusat penelitian ilmiah di Damaskus dan di pusat penyimpanan senjata di Homs.

    Suriah mencegat rudal Amerika Serikat dan sekutu menggunakan perangkat keras yang diproduksi Uni Soviet, termasuk sistem rudal Buk, seperti dilansir Reuters. 

    Baca: Amerika, Prancis, Inggris Menyerang Rudal, Presiden Suriah Muncul

    Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, menembakkan 120 rudal dalam satu kali tembakan ke arah Suriah pada hari Jumat, 13 April.

    Pentagon menjelaskan, satu dari tiga tempat yang ditarget rudal-rudal Amerika Serikat dan sekutunya adalah pusat penelitian, pengembangan, produksi dan uji coba senjata kimia dan biologi di Damaskus. Target kedua yang akan dihancurkan rudal-rudal itu adalah fasilitas penyimpanan senjata Suriah di kota Homs.

    Baca: Bela Suriah, Rusia dan Iran Janji Balas Serangan AS dan Sekutu

    Target terakhir adalah tempat penyimpanan senjata kimia dan pos pengendalian di kota Homs.

    Rusia dan Iran, sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad, mengecam serangan yang oleh media pemerintah Suriah disebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.