Kamis, 22 Februari 2018

Polisi Malaysia Segera Rampungkan Investigasi TKW Adelina Tewas

Reporter:

Yon Yoseph

Editor:

Yon Yoseph

Selasa, 13 Februari 2018 20:35 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Malaysia Segera Rampungkan Investigasi TKW Adelina Tewas

    Tenaga kerja wanita asal Nusa Tenggara Timur, Adelina Lisao, sedang tidur di lokasi garasi di rumah majikan di Malaysia di sebelah anjing piaran. MalayOnline.

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Malaysia segera merampungkan investigasinya mengenai TKW, Adelina Lisao tewas akibat penyiksaan secara berulang oleh majikannya di rumahnya di Taman Kota Permai 2, Penang.

    Kepala Polisi Penang, Datuk A Thaiveegan mengatakan, kasus tersebut dapat diselesaikan segera setelah penangkapan seorang wanita berusia 60 tahun dan anak-anaknya, yang berusia 36 dan 39 baru-baru ini dari rumah tempat Adelina ditemukan sekarat. 

    Baca: Kisah Pilu TKW Sekarat di Samping Anjing Majikan di Malaysia

    "Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung dan polisi telah mencatat setidaknya 15 pernyataan termasuk saksi, tetangga dan dokter yang merawat korban untuk menyelesaikan dokumen penyelidikan kasus tersebut. Polisi juga mencari beberapa saksi lagi untuk membantu menyelidiki kasus ini dan sejauh ini tidak ada penangkapan baru kecuali tiga orang yang merupakan tersangka utama," kata Thaiveegan, seperti yang dilansir Malaysia Indiigest pada 13 Februari 2018.

    Adelina Lisao, 21 tahun, yang menderita luka parah meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Bukit Mertajam sekitar pukul 4.45 siang hari Minggu, 11 Februari 2018,  dan jenazahnya telah dikirim ke Rumah Sakit Seberang Jaya untuk menjalani visum.

    Adelina ditemui oleh polisi  pada Sabtu malam, setelah menerima laporan tentang insiden tersebut dari seorang pria yang juga ajudan anggota parlemen Bukit Mertajam, Steven Lim.

    Baca: Migrant Care: Ada Unsur Perdagangan Manusia di Kasus Adelina

    Polisi kemudian menahan seorang pria dan saudara perempuannya yang berusia 36 dan 39 tahun yang merupakan majikan korban untuk membantu investigasi.

    Menurut Thaiveegan,  polisi masih melakukan penyelidikan karena korban diduga telah disiksa beberapa bulan yang lalu berdasarkan luka-lukanya.

    "Polisi masih menunggu laporan lengkap visum korban. Saya mendesak siapapun terutama tetangga korban yang memiliki informasi tentang kejadian tersebut untuk membantu kami, "katanya.

    Adapun wanita berusia 60 tahun  yang diduga sebagai pelaku penyiksaan Adelina dibawa ke Pengadilan Negeri Bukit Mertajam Selasa pagi, 13 Februari. Kedua anaknya yang bekerja sebagai salesman akan diperiksa kembali oleh polisi.

    Konsulat RI di Penang, Neni Kurniati mengatakan, jasad Adelina masih ditempatkan di Unit Forensik Rumah Sakit Seberang Jaya karena polisi masih melakukan penyelidikan dan dokumentasi.

    Baca: Buruh Migran Indonesia Tewas di Penang, Tubuhnya Penuh Luka

    "Saya diberitahu bahwa jasad Adelina mungkin baru akan diserahkan kepada kami (Konsulat Indonesia di Penang) dalam dua atau tiga hari sebelum dikirim ke rumahnya, "katanya.

    Para tetangga di sekitar rumah majikan Adelina menceritakan, lebih dari sebulan Adelina dipaksa untuk tidur bersama anjing rottweiler di beranda rumah majikannya. Saat ditemui, Kepala dan wajah Adelina bengkak. Kedua kakinya penuh luka dan sudah infeksi.

    Kepolisian Malaysia gagal mengorek keterangan dari TKW asal Nusa Tenggara Timur __ bukan dari Medan, Sumatera Utara seperti laporan sebelumnyaa__, saat ditemui karena dia sangat ketakutan.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Inilah Wakanda dan Lokasi Film Black Panther Buatan Marvel

    Marvel membangun Wakanda, negeri khayalan di film Black Panther, di timur pantai Danau Victoria di Uganda. Sisanya di berbagai belahan dunia.