Buruh Migran Indonesia Tewas di Penang, Tubuhnya Penuh Luka

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -  Seorang buruh migran asal Indonesia tewas pada hari Minggu malam, 11 Februari 2018 di rumah sakit di Penang, Malaysia. Ia dilarikan  ke rumah sakit oleh polisi dengan tubuh penuh luka dan infeksi. Namun nyawanya tidak tertolong.

    Buruh migran itu diidentifikasi bernama Adelina asal Medan, provinsi Sumatera utara, berusia 21 tahun. Adelina diselamatkan oleh polisi setelah menerima laporan dari seorang ajudan anggota parlemen di kawasan itu.

    Baca: Percaloan Buruh Migran Indonesia Marak di Desa

    Adelina saat ditemukan tergeletak di rumah majikannya di Taman Kota Permai, penuh luka di sekujur tubuhnya dari kepala, wajah hingga bagian kakinya yang sudah infeksi.

    Beberapa tetangga menuturkan, Adelina tidur di teras rumah selama lebih dari sebulan. Ia tidur di tempat anjing piaraan majikannya tidur, seperti dikutip dari Channel News Asia.

    Baca: Ratusan Ribu Buruh Migran Indonesia Sasaran Razia di Malaysia  

    Adelina sudah lebih dari dua tahun bekerja di rumah tersebut. Belum diketahui motif dari peristiwa kematian Adelina.

    Polisi Malaysia telah menangkap seorang perempuan berusia 36 tahun dan seorang laki-laki usia 39 tahun, majikan Adelina. Mereka ditahan untuk menjalani pemeriksaan.

    Polisi mengatakan,  hasil visum akan mengungkap penyebab kematian buruh  migran Indonesia itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?