Minggu, 19 Agustus 2018

Kisah Pilu TKW Sekarat di Samping Anjing Majikan di Malaysia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adeline, pekerja migran Indonesia tewas di rumah sakit Penang, Malaysia , sekujur tubuhnya penuh luka dan tidur di teras rumah bersama anjing majikannya.

    Adeline, pekerja migran Indonesia tewas di rumah sakit Penang, Malaysia , sekujur tubuhnya penuh luka dan tidur di teras rumah bersama anjing majikannya.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sehari sebelum dijemput malaikat pencabut nyawa, TKW bernama Adelina, usia 21 tahun, hanya bisa duduk tak berdaya di beranda rumah majikannya ditemani seekor anjing hitam jenis rottweiler yang diikat tali di sampingnya.

    TKW asal Medan, Sumatera Utara itu terlalu takut untuk merespon tim penyelamat yang datang hendak menyelamatkannya.Adelina hanya melihat sekilas ke arah tim penyelamat kemudian menundukkan kepalanya. Anjing itu menggonggong kepada tim penyelamat, mencoba menjelaskan penderitaan yang dialami Adelina.     

    Para tetangga di sekitar rumah majikan Adelina menceritakan, lebih dari sebulan Adelina dipaksa untuk tidur bersama anjing rottweiler di beranda rumah majikannya. Saat ditemui, Kepala dan wajah Adelina bengkak. Kedua kakinya penuh luka dan sudah infeksi.

    Kepolisian Malaysia gagal mengorek keterangan dari Adelina saat diselamatkan karena dia sangat ketakutan. Ia akhirnya dilarikan ke rumah sakit Mertajam, namun Adelina menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu, 11 Februari 2018. 

    Sekarang ini, majikan Adelina dan kakak sang majikan sedang disidik atas tuduhan pembunuhan. 

    Baca: TKI di Malaysia Makin Dibebani Pungutan, Ini Hitung-hitungannya

    Seperti dikutip dari situs straitstimes.com, tim penyelamat mendatangi kediaman majikan Adelina yakni sebuah rumah dua lantai di Taman Kota Permai, Penang, Malaysia, setelah mendapat laporan dari seorang wartawan, Sabtu, 11 Februari 2018. 

    “Saat tiba, kami melihat dia sedang duduk di beranda. Dia tidak merespon kami dan hanya menggelengkan kepalanya. Kami berbicara dengan para tetangga, yang menceritakan kepada kami sering mendengar majikan Adelina mengomel padanya dengan suara keras dari dalam rumah,” kata seorang tim penyelamat, Por Cheng Han, 29 tahun. 

    Por menjelaskan, luka bakar ditemukan di sekujur tubuhnya. Seorang perempuan, 60 tahun, yang ada di dalam rumah saat proses penyelamatan dilakukan, menolak membawa Adelina ke rumah sakit. Sebaliknya, dia mengatakan kepada tim penyelamat untuk mengurusi urusan masing-masing.

    Perempuan yang tidak dipublikasikan identitasnya tersebut, lalu memberikan nomor telepon puterinya, yang merupakan majikan Adelina. Saat dihubungi, dia menolak tuduhan telah melakukan penyiksaan terhadap Adelina. 

    Baca: 695 TKI Tertangkap di Malaysia, Pemerintah Akan Lakukan Ini

    Majikan Adelina menjelaskan kepada Por, dia membeli cairan pembersih kimia setelah mengetahui  asisten rumah tangganya itu buang air besar di lubang pengering dapur hingga membuat lubang menjadi tersumbat. Majikan tersebut beralasan, Adelina secara tak sengaja menumpahkan cairan tersebut ke kaki dan tangannya ketika sedang menuangkan cairan tersebut ke lubang pengering hingga menyebabkan luka bakar. Majikan Adelina menegaskan telah memberikan obat kepadanya, tetapi Adelina tak bisa berhenti mengelupasi lukanya hingga membuat tersebut semakin parah.

    Baca: Buruh Migran Indonesia Tewas di Penang, Tubuhnya Penuh Luka

    Menurut Komandan Kepolisian Central Seberang, Malaysia, Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid, majikan perempuan Adelina, yang berusia 36 tahun dan kakaknya, 39 tahun, sudah ditahan pihaknya. Hingga berita ini diturunkan, identitas kedua pelaku masih dirahasiakan.

    Baca :Percaloan Buruh Migran Indonesia Marak di Desa

    Penahanan terhadap kedua majikan TKW Adelina berlaku hingga 14 Februari mendatang. Keduanya akan dituntut atas tuduhan pembunuhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.