Arab Saudi Pindahkan Tahanan dari Ritz-Carlton ke Al-Ha'ir

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerbang utama hotel mewah Ritz Carlton di Riyadh, Arab Saudi, 5 November 2017. Hotel bintang lima menjadi rumah tahanan sementara bagi 11 pangeran, 4 orang menteri, dan beberapa orang lainnya, yang dituduh melakukan korupsi. AFP Photo

    Gerbang utama hotel mewah Ritz Carlton di Riyadh, Arab Saudi, 5 November 2017. Hotel bintang lima menjadi rumah tahanan sementara bagi 11 pangeran, 4 orang menteri, dan beberapa orang lainnya, yang dituduh melakukan korupsi. AFP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Arab Saudi memindahkan para tahanan tersangka korupsi yang ditahan di Hotel Ritz-Carlton ke penjara Al-Ha'ir di selatan Riyadh. Kabar tersebut disampaikan oleh situs berita Al-Araby Al-Jadeed.

    Beberapa sumber mengatakan kepada situs berita ini, sekitar 60 tahanan dipindahkan ke rumah tahanan dengan keamanan tingkat tinggi di Kerajaan.

    Baca: Mohammed bin Salman Melawan Korupsi di Arab Saudi

    Penjara Al - Ha'ir. News.co.au

    Menurut sumber, seperti dikutip Middle East Monitor, di antara para tahanan tersebut termasuk Pangeran Al-Waleed bin Talal, Pangeran Turki bin Abdullah dan sejumlah pejabat pemerintahan lainnya yang menolak membayar uang agar dibebaskan.

    Baca: Terkait Korupsi, Pejabat Arab Saudi Serahkan Saham Rp 14 T

    Arab Saudi menggunakan penjara Al-Ha'ir untuk menahan para aktivis politik yang menuntut reformasi dan tersangka teroris. Dua hari lalu, pihak berwenang Arab Saudi memindahkan 11 pangeran yang berunjuk rasa di Istana Al-Hakam di Riyadh ke dalam penjara ini.

    Arab Saudi menahan sekitar 40 pangeran dan 200 pejabat pada akhir tahun lalu karena diduga korupsi. Salah satu pangeran yang ditahan adalah Alwaleed bin Talal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.