Arab Saudi Bekukan Rekening Tersangka Korupsi, Alwaleed bin Talal

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Salman (kiri) berbicara dengan putranya, Putra Mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman. Raja Salman membentuk lembaga antikorupsi, yang dikepalai putra mahkota, pada 4 November 2017. Lembaga ini kemudian menangkap sebelas pangeran dan puluhan mantan menteri. AP/Hassan Ammar

    Raja Salman (kiri) berbicara dengan putranya, Putra Mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman. Raja Salman membentuk lembaga antikorupsi, yang dikepalai putra mahkota, pada 4 November 2017. Lembaga ini kemudian menangkap sebelas pangeran dan puluhan mantan menteri. AP/Hassan Ammar

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka akan membekukan rekening bank para tersangka korupsi yang kini ditahan Kerajaan.

    "Kami tidak akan memberikan keistimewaan dalam menangani kasus ini," ujar pejabat Saudi yang tak bersedia disebutkan namanya.

    Menurut informasi dari Kementerian Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi, jumlah uang yang dikorup akan diganti oleh Badan Keuangan Saudi.

    Baca: Pangeran Alwaleed, Miliader Arab yang Ditangkap karena Korupsi
    Putra Mahkota Mohammed bin Salman memimpin lembaga anti korupsi yang baru dibentuk. Kampanye antikorupsi inimerupakan bagian dari upaya konsolidasi Mohammed bin Salman, yang merupakan penasihat utama Raja Salman. AFP/FAYEZ NURELDINE

    Hingga saat ini belum ada informasi mengenai jumlah uang yang diduga ditilap oleh para tersangka, salah satunya adalah Pangeran Alwaleed bin Talal.

    Pangeran Alwaleed, pemilik kekayaan senilai Rp 243 triliun, pernah mengecam Donald Trump sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat karena melarang umat Islam dari tujuh negara muslim masuk ke Amerika.

    Dalam kampanye pemilihan presiden 2015, Trump pernah mengumbar janji di depan pendukungnya bahwa dia akan melarang pendatang dari tujuh negara Islam.

    "Sebaiknya Anda menarik diri dari Republik sebagai calon presiden," ucap Alwaleed seperti dikutip ABS-CBN, Desember 2015. Dia menambahkan, "Anda tidak akan pernah memenangkan pemilihan presiden."Pangeran Alwaleed bin Talal. REUTERS/Luke MacGregor

    Komite Antikorupsi Arab Saudi, lembaga yang dibentuk pada Sabtu 4 November 2017 dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, menahan sejumlah pangeran dan menteri dengan sangkaan korupsi.

    Baca: Skandal Korupsi Arab Saudi : Pangeran dan Menteri yang Ditahan...

    Kementerian Informasi menjelaskan, seluruh rekening dan dana yang dimiliki oleh para tersangka segera dibekukan. "Termasuk aset atau properti yang diduga hasil dari korupsi akan disita untuk negara."

    Berikut aset mereka yang bakal dibekukan:

    Pengeran Alwaleed bin Talal, pemilik Kingdom Holding Group
    Pangeran Mitaab bin Abdullah, Komandan Pengawal Nasional
    Pangeran Turki bin Abdullah, Bekas Gubernur Riyadh
    Pangeran Turki bin Nasser, Bekas Kepala Meteorologi dan Lingkungan
    Waleed al-Ibrahim, Ketua MBC Media Group
    Khaled al-Tuwaijri, Bekas Presiden Pengadilan Kerajaan
    Adel Faqih, Menteri Ekonomi dan Perencanaan
    Amr al-Dabbagh, Bekas Presiden Otoritas Investasi
    Saleh Abdullah Kamel, Ketua Dallah al Baraka Group
    Saud al-Tobaishi, Pimpinan Protokol Kerajaan
    Ibrahim al-Assaf, Pimpinan Saudi Aramco
    Bakr Binladin, Pemilik Perusahaan Konstruksi Saudi Binladin Group
    Saud al-Dawish, Bekas CEO Perusahan Telekomunikasi Saudi
    Khaled al-Mulhem, Bekas Direktur Jenderal Saudi Arabian Airlines

    AL ARABIYA | PENINSULA QATAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.