Mesir Bantah Mengakui Yerusalem Ibu Kota Israel

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Israel yang menyamar lengkap dengan ikat kepala bendera Palestina menahan pengunjuk rasa Palestina yang melakukan aksi protes terhadap keputusan Presiden Trump yang memindahkan Yerusalem menjadi ibukota Israel di Beit El, Tepi Barat, 13 Desember 2017. REUTERS/Mohamad Torokman

    Polisi Israel yang menyamar lengkap dengan ikat kepala bendera Palestina menahan pengunjuk rasa Palestina yang melakukan aksi protes terhadap keputusan Presiden Trump yang memindahkan Yerusalem menjadi ibukota Israel di Beit El, Tepi Barat, 13 Desember 2017. REUTERS/Mohamad Torokman

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Mesir, Ahad, 7 Januari 2018, menyampaikan bantahan dan mengkritik laporan New York Times yang menyatakan Negeri Firaun itu menerima pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

    "Bantahan dan penolakan Mesir tersebut disampaikan secara terbuka," tulis Times of Israel, Ahad.

    Baca: Protes Yerusalem, Gereja Koptik Mesir Tolak Bertemu Wapres AS 

    Palestina menarik duta besarnya dari Amerika Serikat, Husam Zomlot gara-gara keputusan kontroversial soal Yerusalem. AP

    New York Times dalam laporannya, Sabtu, 6 Januari 2018, mengatakan ada rekaman seorang pejabat penting Mesir menekan tiga pemimpin redaksi media massa agar memberitakan bahwa Mesir mendukung keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

    "Laporan New York Times tersebut dibantah dan dianggap berita palsu," seperti dilaporkan France24.

    Di dalam rekaman tersebut, France24 menulis, berisi pembicaraan antara seorang perwira intelijen Mesir dan tiga jurnalis serta seorang artis terkenal yang berbunyi membujuk masyarakat menerima keputusan Trump.

    Perwira intelijen yang diidentifikasi bernama Kapten Ashraf al-Kholil itu membantah bahwa dia menekan para jurnalis.

    Ibrahim Abu-Thurayya, dibunuh oleh seorang penembak jitu Israel dalam sebuah aksi demonstrasi mengecam pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, 15 Desember 2017 middleeastmonitor.com

    Dia justru melanjutkan penolakannya atas pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Namun para jurnalis dan host pada acara talk show menggiring pemirsa agar menerima pengakuan Amerika Serikat. Pertimbangannya, jika menolak, akan kian banyak jatuh korban rakyat Palestina.

    Baca: Palestina Enggan Bertemu Soal Yerusalem, Ini Kata Wapres AS

    Konflik dengan Israel bukanlah kepentingan terbaik Mesir, sebagaimana disampaikan Al-Kholil dalam rekaman tersebut. "Kami tidak ingin berperang. Kami memiliki piring cukup seperti yang Anda tahu," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?