Protes Yerusalem, Gereja Koptik Mesir Tolak Bertemu Wapres AS

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Tawadros II, memimpin Jumat Agung di Gereja Katedral Koptik Mesir, di Kairo, Mesir, 14 Februari 2017. ahram.org.eg

    Paus Tawadros II, memimpin Jumat Agung di Gereja Katedral Koptik Mesir, di Kairo, Mesir, 14 Februari 2017. ahram.org.eg

    TEMPO.CO Kairo -- Gereja Koptik Mesir menolak bertemu dengan Wakil Presiden Mike Pence, yang bakal berkunjung ke kawasan Timur Tengah pada bulan ini mengenai status Yerusalem. Pence dikabarkan meminta pertemuan ini bisa digelar.

    "Ini sebagai protes atas keputusan Washington mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," begitu dilaporkan kantor berita resmi Mesir, MENA, seperti dikutip Reuters, Sabtu, 9 Desember 2017.

    Baca: Sekjen PBB Guterres Kritik Keputusan Trump Soal Yerusalem

    Pihak gereja mengatakan tidak bisa menyambut Mike Pence yang akan berkunjung ke Mesir. "Keputusan Presiden Donald Trump dilakukan pada waktu yang tidak tepat dan tidak mempertimbangkan perasaan jutaan orang," begitu dilansir MENA.

    Baca: Liga Arab Minta Trump Batalkan Keputusan Soal Yerusalem

     

    Pence juga dikabarkan menjadwalkan pertemuan dengan pimpinan Palestina untuk membahas keputusan Trump soal status Yerusalem. Namun, pimpinan Palestina juga menolak bertemu dengan Pence.

    Seperti diberitakan, Trump memutuskan untuk menyebut Kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu, 6 Desember 2017. Dia juga memerintahkan kedubes AS di Tel Aviv untuk dipindahkan ke Yerusalem.

    Keputusan Trump ini bertolak belakang dengan kebijakan luar negeri AS selama tujuh dekade terakhir. Selama ini, pemerintah AS selalu mendukung upaya damai dan penentuan status Kota Yerusalem lewat jalur perundingan antara Palestina dan Israel. Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan.

    Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil, mengatakan negara-negara Arab perlu mempertimbangkan sanksi ekonomi terhadap AS untuk mencegahnya memindahkan kedubes ke Yerusalem.

    "Langkah-langkah preemtive harus dilakukan. Dimulai dengan langkah diplomatis, lalu politis, lalu ekonomi dan sanksi finansial," kata dia.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa juga mengkritik keras keputusan Trump ini. Mereka menilai keputusan soal Yerusalem ini menghambat proses perdamaian antara Israel dan Palestina.

    REUTERS | MENA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.