Palestina Enggan Bertemu Soal Yerusalem, Ini Kata Wapres AS

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjuk rasa membakar gambar Presiden AS, Donald Trump selama sebuah demonstrasi di luar Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur, Malaysia, 8 Desember 2017. Muslim Malaysia, mengecam atas putusan Donald Trump menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. AP Photo

    Pengunjuk rasa membakar gambar Presiden AS, Donald Trump selama sebuah demonstrasi di luar Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur, Malaysia, 8 Desember 2017. Muslim Malaysia, mengecam atas putusan Donald Trump menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. AP Photo

    TEMPO.CO, Washington DC -- Juru bicara dari Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, menyayangkan keputusan Otoritas Palestina yang membatalkan jadwal pertemuan dengan Pence terkait status Kota Yerusalem.

    "Keputusan Otoritas Palestina untuk kembali menjauh dari kesempatan untuk mendiskusikan masa depan wilayah ini. Tapi pemerintah tetap berupaya membantu proses perdamaian antara Israel dan Palestina. Dan tim perdamaian kami bekerja keras merumuskan sebuah rencana," kata Alyssa Farah, sekretaris media Pence, dalam pernyataan, Ahad, 10 Desember 2017, waktu setempat.

    Baca: Soal Yerusalem, Kedutaan Amerika Serikat di Lebanon Digeruduk

     

    Seperti diberitakan, Otoritas Palestina menolak bertemu dengan Pence, yang awalnya dijadwalkan bakal bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Ini setelah Trump mengumumkan sikap pemerintahannya bahwa Kota Yerusalem adalah ibu kota Israel. Pimpinan Gereja Koptik Mesir, Paus Tawadros II, juga membatalkan rencana bertemu Pence, yang dijadwalkan bakal datang ke kawasan Timur Tengah pada bulan ini.

    Baca: Protes Status Yerusalem Meluas, Israel Tutup Pusat Perbelanjaan

     

    Seperti dilansir media AS, Politico, keputusan Trump ini juga mendapat oposisi dari sekutu AS kecuali Israel. Di Swedia, ada tindakan vandalisme dengan melempar bom api ke sebuah sinagog di Goteborg.

    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mengkritik sikap Trump yang menurutnya keputusan unilateral atau sepihak. Dia meminta semua pihak menjaga status Yerusalem sebagai kota internasional. Uni Eropa juga menilai keputusan Trump soal Yerusalem bisa memicu konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

    POLITICO | ANADOLU | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.