Pramugari Diskors Gara-gara Makan Makanan Sisa Penumpang

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi membuang makanan. Kortsleht.ee

    Ilustrasi membuang makanan. Kortsleht.ee

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pramugari maskapai penerbangan berbiaya murah Cina, Urumqi Air, diskors setelah muncul rekaman dirinya makan makanan sisa penumpang.

    Rekaman video yang menunjukkan tindakan pramugari itu tersebar luas di media sosial beberapa hari yang lalu. Rekaman tersebut menunjukkan sekitar 15 kotak makanan sisa disusun berjajar dan pramugari tampak memakan makanan sisa dari salah satu kotak.

    Baca: 2 Pramugari Dihukum Gara-gara Motret Rekannya Tidur  

    Menurut Daily Mail, klip video tersebut berlangsung sekitar 45 menit sebelum Urumqi Air mendarat di Bandara Yinchuan di Daerah Otonom Ningxia pada 30 November 2017.

    Menanggapi perilaku pramugarinya itu, Urumqi Air mengeluarkan pernyataan pada hari Kamis, 7 Desember 2017 yang membenarkan pramugari dalam rekaman video itu merupakan stafnya dan telah diskors.

    Baca: Pramugari Kreatif Selamatkan Korban Perdagangan Manusia

    Maskapai ini juga memastikan semua staf mematuhi prosedur penanganan makanan sisa untuk menghindari insiden serupa di masa depan.

    Sang pramugari dituduh tidak mematuhi prosedur standar penanganan makanan sisa pesawat. Selain diskors, tindakan disipliner juga akan dilakukan pada pramugari malang itu.

    Sejumlah warganet membela pramugari itu yang menanyakan apa yang salah dengan memakan makanan sisa.

    Baca: Gara-gara Makan Sandwich, Pramugari EasyJet Dipecat

    Salah satu pengguna Internet menulis bahwa mereka menemukan sikap maskapai tersebut membingungkan dan juga mengkritik orang yang mengambil videonya.

    "Karena makanan itu ekstra dan akan dibuang, apa masalahnya dengan dia yang memakannya. Orang yang merekam video adalah psikopat," ujar seorang warganet. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.