Dua Eks Manajer Kampanye Pilpres Trump Diadli, Dituduh Cuci Uang

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan ketua kampanye Trump 2016, Paul Manafort meninggalkan Pengadilan Federal A.S., setelah diajukan pada dua belas tuduhan federal dalam penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden A.S. di Washington, 30 Oktober 2017.  REUTERS/James Lawler Duggan

    Mantan ketua kampanye Trump 2016, Paul Manafort meninggalkan Pengadilan Federal A.S., setelah diajukan pada dua belas tuduhan federal dalam penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden A.S. di Washington, 30 Oktober 2017. REUTERS/James Lawler Duggan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua mantan manajer kampanye Donald Trump dalam pemilihan presiden tahun 2016, Paul Manafort dan Rick Gates didakwa melakukan kejahatan pencucian uang.

    FBI mendakwa kedua mantan manajer kampanye Trump untuk membuktikan keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika yang memenangkan Trump sebagai presiden.

    Baca: Trump Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Kata Gedung Putih

    Manafor, 68 tahun, anggota senior Partai Republik dan Gates menghadiri sidangya di pengadilan di Washington pada hari Senin, 30 Oktober 2017, seperti dikutip dari Reuters.

    Manafor dan Gates diadili untuk 12 dakwaan dari yang terberat pencucian uang hingga bertindak sebagai bekas mata-mata Ukraine yang pro pemerintah Rusia.

    Pengadilan telah memerintahkan penangkapan terhadap keduanya dan membayar jaminan selama dibebaskan dari tahanan dengan unsecured bon senilai US$ 10 juta untuk Manafor dan US$ 5 juta untuk Gates.

    Baca: Survei: Warga AS Khawatir Cuitan Donald Trump soal Korea Utara

    Keduanya diduga terlibat untuk mempengaruhi Rusia dalam pemilihan presiden Amerika. Namun dakwaan tidak menyinggung sama sekali tentang Trump dan kampanyenya dalam dakwaan Manafort dan Gates.

    Jika terbukti bersalah, kedua mantan manajer kampanye Trump ini akan dihukum penjara maksimum 20 tahun lamanya.

    Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan, dakwaan itu tidak ada kaitannya dengan Trump dan kampanyenya. Selain itu, ujarnya, tidak ada bukti terjadi persekongkolan antara kampanye dengan Rusia.

    "Kmai telah katakan sejak Hari Pertama bahwa tidak ada bukti persekongkolan antara Trump-Rusia, dan tidak ada dalam dakwaan hari ini mengubah semua itu," ujar Sanders.

    Baca: Trump Kembali Larang Masuk Pengungsi dari 11 Negara

    Manafor menjadi bagian dari tim kampanye Trump dari Juni hingga Agustus 2016. Ia mundur disaat muncul laporan tentang dirinya menerima jutaan dollar sebagai bayaran ilegal dari partai politik pro Rusia di Ukraina dan Presiden Ukrania pro Kremlin, Victor Yanukovich.

    Selain Manafor dan Gates, sebelumnya penasehat Donald Trump, George Papdopoulos diputus bersalah telah membohongi FBI pada Oktober tahun lalu. Pernyataan ini disampaikan kemarin, 30 Oktober 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.