Trump Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Kata Gedung Putih

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Aktris film dewasa Jessica Drake, pengacara Gloria Allred, korban dugaan pelecehan seksual Donald Trump, Summer Zervos, dan mantan Miss Utah Temple Taggart bergabung dalam barisan aksi Women's March di Washington, AS, 21 Januari 2017. REUTERS/James Lawler Duggan

    (ki-ka) Aktris film dewasa Jessica Drake, pengacara Gloria Allred, korban dugaan pelecehan seksual Donald Trump, Summer Zervos, dan mantan Miss Utah Temple Taggart bergabung dalam barisan aksi Women's March di Washington, AS, 21 Januari 2017. REUTERS/James Lawler Duggan

    TEMPO.CO, Washington - Pejabat Gedung Putih mengatakan semua perempuan yang mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual Presiden Donald Trump telah berbohong.

    Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders, mengatakan  belasan wanita yang menuduh Trump melakukan pelecehan seksual sebagai pendusta, Jumat, 27 Oktober 2017.

    Baca: Skandal Donald Trump: Kata 10 Wanita yang Mengaku Dilecehkan

    "Kami sudah jelas sejak awal, dan Presiden telah mengatakannya," tegas Sanders tanpa menjelaskan lebih jauh, seperti yang dilansir CNN pad Sabtu, 28 Oktober 2017.

    Penjelasan Gedung Putih ini disampaikan saat menanggapi menanggapi pertanyaan wartawan pada jumpa pers rutin pada Jumat mengenai posisi Gedung Putih terkait tuduhan pelanggaran seksual oleh Trump.

    Baca: Obrolan Cabul, Michelle Obama Sebut Trump Predator Seksual

    Summer Zervos (kanan) memberikan keterangan pada awak media terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Presiden Terpilih AS, Donald Trump terhadap dirinya, di Los Angeles, California, AS, 11 November 2016. Zervos merupakan mantan kontestan The Apprentice, sebuah acara yang pernah dibawakan oleh Trump. REUTERS/Kevork Djansezian

    Penjelasan itu juga muncul di tengah kasus hukum yang sedang menerpa Trump, yang diajukan oleh Summer Zervos. Mantan kontestan acara reality show "The Apprentice" besutan Trump ini yang disiarkan NBC itu menuduh Trump melakukan penyerangan seksual kepadanya pada 2007.

    Tuduhan itu diajukan pada Oktober tahun lalu dan disampaikan lewat sebuah konferensi pers. Pengacara Zervos mengajukan subpoena untuk meminta semua dokumen dan bukti komunikasi Trump mengenai Zervos.

    Saat ditanya soal ini pada jumpa pers pekan lalu, Trump mengatakan,"Yang bisa saya katakan adalah semua itu berita palsu, yang dibuat-buat. Ini hal memalukan tapi terjadi di dunia politik."

    Sedikitnya 16 wanita mengaku pernah mengalami pelecehan seksual oleh Trump. Mereka menyampaikan ini ke publik saat kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2016.

    Trump telah berulang kali menepis tuduhan pelecehan dan penyerangan seksual terhadapnya setelah bocoran rekaman Access Hollywood 2005. Saat itu, dia bercerita mengenai kelakuannya mencium perempuan tanpa persetujuan mereka dan mengatakan bahwa bintang seperti dia dapat dengan mudah menggaet wanita.

    CNN|GUARDIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?