Raup Dukungan 58,6 Persen, Rouhani Menangi Pilpres Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran Hassan Rouhani, memasukan surat suara saat pemilu presiden di Tehran, Iran, 19 Mei 2017. emilihan presiden kali ini akan tertuju pada pertarungan sengit antara dua capres terfavorit yakni Rouhani dan Raisi. TIMA via REUTERS

    Presiden Iran Hassan Rouhani, memasukan surat suara saat pemilu presiden di Tehran, Iran, 19 Mei 2017. emilihan presiden kali ini akan tertuju pada pertarungan sengit antara dua capres terfavorit yakni Rouhani dan Raisi. TIMA via REUTERS

    TEMPO.CO, Teheran - Hassan Rouhani, inkumben presiden Iran, dipastikan sebagai pemenang  pemilihan presiden oleh Kementerian Dalam Negeri Iran, Sabtu 20 Mei 2017.

    Seperti dilansir Press TV pada 20 Mei 2017, Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani Fazli dalam konferensi pers mengumumkan Rouhani menjadi pemenang pemilihan pada Jumat lalu dengan meraup dukungan 23.549.616 suara, atau 58,6 persen dari total suara.

    Baca: Hassan Rouhani Unggul Telak Pemilu Presiden Iran

    Pengumuman Rahmani Fazli diberikan setelah menghitung total pemilih sebanyak 41.220.131.

    Kandidat dengan jumlah suara terbanyak kedua adalah Seyyed Ebrahim Raisi, yang mengumpulkan 15.786.449 suara atau 39,8 persen.

    Mostafa Aqa-Mirsalim dan Mostafa Hashemi-Taba, dua kandidat lainnya, sejauh ini menerima masing-masing 478.215 dan 215.450 suara.

    Televisi nasional Iran juga telah mengucapkan selamat kepada Rouhani dan mendeklarasikan kemenangannya.

    Dianggap moderat, banyak warga Iran berharap Rouhani akan mengenalkan reformasi dan memperbaiki hubungan internasional.

    Baca: Pilpres Iran, Pertarungan Garis Keras dan Moderat

    Waktu pemungutan suara diperpanjang beberapa kali karena melonjaknya jumlah pemilih kali ini, mencapai 70 persen dari pemilik suara.

    Enam kandidat telah disetujui setelah diperiksa oleh Dewan Wali untuk mencalonkan diri dalam pemilihan.

    Namun, pada hari-hari terakhir berkampanye, dua kandidat presiden Iran yaitu Wakil Presiden Pertama Es'haq Jahangiri dan Wali Kota Teheran Mohammad Baqer Qalibaf, mengundurkan diri dari perlombaan. Keduanya kemudian masing-masing berpihak pada Presiden Hassan Rouhani dan Raisi.

    BBC | PRESS TV | IRNA | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?