Terbongkar, Penampungan Imigran Dikelola Mafia Selama Satu Dekade

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi menyantap makanan di sebuah terminal bus di depan stasiun kereta api Tiburtina di Roma, Italia, 8 Maret 2017. REUTERS/Max Rossi

    Pengungsi menyantap makanan di sebuah terminal bus di depan stasiun kereta api Tiburtina di Roma, Italia, 8 Maret 2017. REUTERS/Max Rossi

    TEMPO.CO, Roma - Polisi Italia mengungkapkan bahwa salah satu pusat penampungan imigran dan pengungsi terbesar di Italia telah berada dalam cengkeraman mafia selama lebih dari satu dekade.

    Klan Arena adalah kelompok mafia yang telah menghasilkan uang dengan memberikan layanan di Isola di Capo Rizzuto di wilayah selatan Italia dan menyedot dana negara.

    Klan tersebut diduga telah tersembunyi di balik sebuah badan amal Katolik setempat yang secara resmi mengelola pusat tersebut.

    Klaim tersebut terungkap ketika petugas menangkap 68 orang, termasuk seorang pastur setempat.

    Baca: Italia Selamatkan 3.000 Pengungsi Afrika di Laut Mediterania

    Seperti dilansir BBC pada 15 Mei 2017,  salah satu tersangka yang ditangkap adalah Leonardo Sacco, kepala asosiasi Misericordia Katolik yang seharusnya mengendalikan pusat imigran Sant'Anna Cara.

    Pusat ini dapat menampung hingga 1.500 imigran.

    Dikatakan bahwa klan Arena, bagian dari sindikat kejahatan Ndrangheta, mungkin telah mencuri sepertiga dari 100 juta euro atau Rp 1,4 triliun dana negara yang diperuntukan bagi pusat penampungan tersebut dalam 10 tahun terakhir.

    Pastur Edoardo Scordio bahkan menerima sekitar 132 ribu euro atau Rp 1,9 miliar tahun ini saja sebagai biaya pelayanan doa.

    Polisi di Catanzaro, sebuah kota di wilayah selatan Calabria, mengatakan lebih dari 500 agen terlibat dalam penangkapan itu.

    Para tersangka yang ditahan dikenakan tuduhan melakukan hubungan dengan mafia, pemerasan, membawa senjata ilegal, kecurangan, penggelapan atas kerugian negara, dan pencurian.

    Baca: Italia Tolak Ribuan Pengungsi  

    Penangkapan tersebut terjadi dua tahun setelah majalah L'Espresso menerbitkan sebuah penyelidikan yang menuduh dana negara dicuri dan para pengelola penampungan imigran mencuri uang sehingga para imigran yang tinggal di sana kelaparan.

    Setahun sebelumnya, diperkirakan jumlah imigran yang dikatakan tinggal di pusat tersebut dimanipulasi. Sementara pada 2013 sebuah inspeksi kesehatan Italia menemukan pencari suaka tidak diberikan makanan yang layak.

    REUTERS | BBC | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.