Perempuan Tertua di Dunia Meninggal di Usia 117 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emma Morano, perempuan tertua di Italia. New York Times

    Emma Morano, perempuan tertua di Italia. New York Times

    TEMPO.Co, Italia - Seorang perempuan berusia 117 tahun asal Italia dilaporkan meninggal pada Sabtu waktu setempat.

    Seperti dilansir The Guardian, Ahad 16 April 2017, Emma Morano diyakini adalah orang terakhir di dunia yang lahir pada 1800-an.

    Catatan menyebutkan, perempuan itu lahir pada 29 November 1899 di Piedmont, Italia.

    Baca: Orang Tertua di Dunia Meninggal di Usia 117 Tahun

    Morano menghembuskan nafas terakhir di rumahnya, Kota Verbania, kawasan Italia Utara karena faktor usia.

    “Dia mengucapkan terima kasih dan memegang tangan saya seperti biasanya," kata dr Carlo Bava, pengasuh Morano.

    Dikutip dari BBC, Morano lahir dengan delapan saudara. Semua saudaranya memiliki usia yang panjang. Semasa hidup, Morano mengatakan usia panjangnya kemungkinan disebabkan faktor genetika.

    Kata Morano, ibunya meninggal pada usia 91 tahun. Bahkan beberapa saudaranya juga mencapai usia hingga lebih dari 100 tahun.

    Carlo Bava menambahkan, Morano jarang makan buah atau sayur. "Ketika saya bertemu dengannya, dia makan tiga telur per hari; dua mentah di pagi hari dan kemudian telur dadar di siang hari, dan ayam saat makan malam," ucap Carlo menceritakan keseharian Morano.

    Morano memiliki riwayat hidup yang panjang, termasuk soal asmara. Dia mengaku pernah jatuh cinta dengan seorang pria, tapi tewas pada perang dunia pertama. Ia kemudian tak tertarik menikah lagi.

    Namun pada 1938 ia tercatat pernah menikah kemudian mengusir suaminya.

    Data Gerontology Research Group yang berbasis di Amerika Serikat menyebutkan orang tertua di dunia saat ini yakni Jamaika Violet Brown. Dia lahir pada 10 Maret 1900.

    THE GUARDIAN | BBC | AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.