Esti Andayani, Dubes RI Perempuan Pertama untuk Italia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Sergio Mattarella di Istana Kepresidenan Italia, Roma, 18 Maret 2017. Foto: KBRI Roma.

    Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Sergio Mattarella di Istana Kepresidenan Italia, Roma, 18 Maret 2017. Foto: KBRI Roma.

    TEMPO.CO, Roma - Duta Besar Esti Andayani secara resmi menyerahkan surat kepercayaan (surat kredensial) dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Italia Sergio Mattarella di Istana Kepresidenan Italia, 18 Mei 2017 pukul 17.45 waktu Roma. Penyerahan surat itu menandai resminya mantan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri itu sebagai  duta besar perempuan pertama untuk Italia.

    Dalam acara itu, Esti juga menegaskan komitmen Indonesia untuk mempererat kerja sama dengan Italia. “Penugasan di Italia merupakan bagian dari upaya-upaya pencapaian visi dan misi pemerintah RI sebagaimana tertuang dalam Nawacita Presiden Joko Widodo,” demikian pernyataan Dubes Esti kepada Presiden Mattarella seperti disampaikan dalam rilis Kedutaan Besar RI untuk Italia yang diterima Tempo, 20 Mei 2017.

    Dubes Esti dan Presiden Mattarella pun membahas penguatan hubungan bilateral melalui peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan, dialog antar-budaya dan people-to-people contact.

    Keduanya optimis kemitraan RI-Italia akan semakin terjalin, seiring dengan kerja sama dalam berbagai forum internasional, termasuk forum negara-negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia, G20.

    Dibicarakan pula tindak lanjut kerja sama yang menjadi komitmen kedua negara pada saat kunjungan kenegaraan Presiden Mattarella ke Indonesia pada November 2015. Presiden Mattarella juga kembali menyampaikan undangannya agar Presiden Joko Widodo dapat melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Italia.

    Presiden Mattarella memandang Indonesia sebagai negara dengan penduduk yang majemuk dan dapat menjadi contoh dalam mengelola keragaman sosial budaya.

    Dalam waktu dekat  diharapkan akan dilaksanakan kegiatan dialog antarbudaya dan antarkeyakinan antara RI dan Italia. Kedua negara juga menyadari pentingnya promosi pariwisata dan budaya untuk meningkatkan saling pengertian maupun kerja sama antara masyarakat kedua negara.

    Peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan yang saling menguntungkan ditandai dengan kesepakatan baru yang dihasilkan saat kunjungan Menteri Pembangunan Ekonomi Italia, Carlo Calenda, yang disertai Delegasi Bisnis dari Italia ke Jakarta pada 15-16 Mei 2017 lalu.

    Dubes Esti Andayani adalah diplomat karir senior yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri. Dubes Esti juga pernah menjadi Dubes RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia.

    Penugasannya di Italia ini menjadikannya sebagai Duta Besar perempuan pertama dari Indonesia untuk Italia. Selain Italia, wilayah akreditasinya juga mencakup Malta, San Marino dan Siprus serta organisasi internasional di Roma seperti FAO, IFAD, WFP dan UNIDROIT.

    Berdasarkan catatan, pada 2016 total nilai perdagangan bilateral RI – Italia mencapai hampir US$ 3 miliar dengan surplus Indonesia senilai US$ 185 juta. Sementara itu, minat masyarakat Italia untuk lebih mengenal Indonesia juga semakin meningkat. Sejumlah 80 ribu wisatawan Italia berkunjung ke Indonesia pada 2016. Pelajar dan mahasiswa Italia yang belajar ke Indonesia pun menunjukkan kenaikan jumlah dari tahun ke tahun. Pada April 2017, WNI di Italia mencapai 2.585 orang, 401 diantaranya adalah pelajar.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.