Wikileaks Bocorkan Dokumen Milik Badan Intelijen Jerman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wikileaks. Foto: news.com.au

    Wikileaks. Foto: news.com.au

    TEMPO.CO, Jakarta - Situs whistleblower Wikileaks, dalam pernyataan Kamis 1 Desember 2016, membocorkan dokumen yang memuat 90 gigabyte informasi, termasuk di antaranya dikategorikan rahasia. Dokumen itu adalah milik lembaga pemerintah Jerman, termasuk dua badan intelijen negara itu: Federal Intelligence Service (Bundesnachrichtendienst-BND), dan Federal Office for the Protection of the Constitution (Bundesamt für Verfassungsschutz-BfV).

    Bahan yang diterbitkan Wikileaks itu telah disampaikan tahun lalu sebagai bagian dari penyelidikan parlemen Jerman terhadap kegiatan pengintaian oleh BND dan kerjasamanya dengan badan intelijen sinyal Amerika Serikat, National Security Agency (NSA).

    "Koleksi ini berisi kesepakatan awal antara BND dan NSA dan proses internal di BND, selain itu juga rincian lebih baru dari kerjasama erat antara dua lembaga," kata Wikileaks dalam siaran persnya, seperti dimuat Deutsche Welle edisi 1 Desember 2016.

    Dokumen tersebut, kata Wikileaks, berisi jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh komite penyelidikan Parlemen Jerman. Selain itu juga ada dokumen-dokumen administratif, surat menyurat, perjanjian dan reaksi pers. Menurut Wikileaks, dari dokumen yang dibocorkan ini, sebanyak 125 dokumen dari BND, 33 dari BfV, dan 72 dari Kantor Federal untuk Keamanan Informasi (BSI).

    Wikileaks menyatakan, dokumen itu berisi "Informasi dari dalam yang rinci, bukan hanya ke dalam lembaga itu sendiri, tetapi juga ke dalam mekanisme penyelidikan." Dokumen itu termasuk memuat informasi tentang perusahaan swasta asal Amerika Serikat yang beroperasi di dalam sektor keamanan Jerman.

    Tahun lalu, WikiLeaks menerbitkan dokumen yang mengindikasikan bahwa komunikasi lebih dari 120 pejabat tinggi pemerintah Jerman, termasuk Kanselir Angela Merkel, disadap oleh NSA. Dokumen yang dibuka Wikilekas itu, yang berasal dari mantan kontraktor NSA Edward Snowden, membuat hubungan Jerman dan Amerika tegang.

    Abdul Manan | Deutsche Welle


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.