Harmoni Tari Saman dan Angklung di Qatar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angklung meriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun RI-ke 71 dan sekaligus bagian dari Peringatan HUT ke-40 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Qatar yang dilaksanakan sebagai Peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2016 di Doha, Qatar. (Foto: Boy Dharmawan-KBRI Doha)

    Angklung meriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun RI-ke 71 dan sekaligus bagian dari Peringatan HUT ke-40 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Qatar yang dilaksanakan sebagai Peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2016 di Doha, Qatar. (Foto: Boy Dharmawan-KBRI Doha)

    TEMPO.CODoha  - Tari Saman dan angklung turut memeriahkan promosi Wonderful Indonesia dalam resepsi diplomatik di Qatar. Pagelaran seni yang meliputi pentas seni budaya dan kuliner ditampilkan pada Peringatan Hari Ulang Tahun RI-ke 71. Perayaan itu  sekaligus menjadi bagian dari Peringatan HUT ke-40 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Qatar dan Peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2016.

    Menurut rilis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Qatar yang diterima Tempo, 11 November 2016, promosi pariwisata yang menampilkan pentas seni budaya yang menjadi magnet resepsi dan mengundang decak kagum.  

    Sekitar 350 tamu  terdiri atas pejabat tinggi Qatar, kalangan diplomatik, pelaku usaha, warga dan komunitas diapora hadir dalam resepsi tersebut. Tamu kehormatan kali ini adalah  Menteri  Kotapraja dan Lingkungan, Muhammed bin Abdullah Al Rumaihi dan  Menteri Negara Luar Negeri, Sultan bin Ibrahim Murakhi.   

    Duta Besar RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi menyampaikan bahwa Indonesia berkembang pesat sejak merdeka 71 tahun silam.
    "Pentas seni budaya dan promosi kuliner merupakan upaya untuk mempromosikan pariwisata guna mengharumkan nama Indonesia di Qatar," kata mantan anggota DPR dan  mantan Pilot F-16 pertama Indonesia tersebut.

    Dalam hubungan bilateral, menurut Dubes  Basri, kedua negara memiliki kesamaan pada politik luar negeri yang tidak memihak dan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.

    Usai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Qatar, acara berlanjut dengan pemotongan kue secara bersama-sama oleh Menteri Al Rumaihi, Menteri Murakhi dan Dubes Basri.

    Baca:
    2 WNI Diculik di Sabah, Ini Janji Malaysia kepada Indonesia
    Pakistan Berharap Indonesia Peduli Soal Warga Kashmir
    Diplomasi Karaoke PM Najib dan Presiden Duterte

    Pentas seni dan budaya diawali dengan Tari Gending Sriwijaya yang mencerminkan sikap kehangatan tuan rumah yang menyambut tamu dengan ramah, bahagia dan tulus.

    Tari Saman, tarian khas Aceh yang penuh gerakan ritmis dinamis dengan suara riuh dan menghentak memukau penonton  dari manca negara yang hadir dalam resepsi tersebut.

    Tari itu dibawakan putera-puteri komunitas Diaspora Indonesia dari Sanggar Tari Alkhor,  yang kerap memenangi  berbagai festival seni dan budaya internasional di Qatar.  

    Alunan angklung dari Qatar Indonesia Angklungers (QIA) dengan baju tradisional dengan warna yang mencolok dan berwarna-warni menambah kemeriahan resepsi.

    Setelah tampil dalam berbagai Festival Wonderful Indonesia di Qatar sejak awal 2016, QIA dibawah asuhan Aya Virly, menjadi duta budaya yang selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat manca negara. Aya, mengaku bangga bisa membawa harum nama Indonesia dihadapan ratusan tamu resepsi.

    "Tampil pada acara resepsi diplomatik di Qatar membawa kenangan tersendiri," ujar wanita Aceh yang juga pelatih tari saman dan giat mendukung promosi seni budaya di Qatar.

    Ketika QIA membawakan lagu "I Have a Dream" spontan pengunjung memberikan standing ovation.

    Baca:
    Filipina Izinkan Malaysia dan Indonesia Kejar Penculik
    Pendukung Invasi AS ke Irak Dijagokan Masuk Kabinet Trump

    Soraya Alyahya, anggota QIA  merasa senang dan puas pada pementasannya. "Rasanya puas dan senang sekali. Penontonnya sangat antusias," komentarnya.

    "Yang paling seru, penonton ikut menyanyikan lagu I Have a Dream," ujar dokter gigi yang sudah bermukim dua tahun di Qatar.
       
    Kuliner yang disajikan dalam resepsi antara lain berbagai kudapan yang disajikan seperti sate, rendang, gado gado,  nasi goreng,  berbagai kerupuk,  dan asinan, sop kimlo, sambal udang dan kue-kue tradisional Indonesia lainnya.  

    "Para tamu terlihat begitu menikmati lezatnya beragam kuliner Indonesia," ungkap istri Dubes RI Doha  sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Doha, Andi Una,

    Para undangan mengagumi kebinekaan Indonesia yang mencakup aneka pulau, suku dan bahasa yang tercermin dari sajian kuliner yang beragam  dari satu daerah ke daerah lainnya.

    “Mumtaz," cetus Abdulla Salem, anggota Majelis Shura (DPR) Qatar ketika ditanya pendapatnya mengenai acara Resepsi. "Wonderful," ujar Emi Javiar, warga Prancis keturunan Indonesia, ketika ditanya pendapatnya mengenai pentas seni dan kuliner tersebut.  

    Menurut Minister Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan, acara resepsi yang dibalut dengan promosi pariwisata bertujuan untuk menarik kalangan diplomatik, warga Qatar dan ekpatriat asing berkunjung ke Indonesia.

    Warga Inggris keturunan Indonesia, Lili Howard, yang menetap lama di Qatar mengatakan resepsi diplomatik Indonesia membuatnya terpukau. "Saya begitu kagum menyaksikan atraksi meriah Tari Saman dan pertunjukkan angklung," kata Lili yang mendidik anaknya untuk tetap mencintai budaya Indonesia.

    Dalam resepsi juga dipamerkan kain tradisional Indonesia seperti songket, batik, tenun Sulawesi  serta berbagai kerajinan tangan yang diperagakan oleh kolektor kain tradisional Indonesia di Qatar, Pauline.   Acara resepsi diliput berbagai media Qatar, seperti Gulf Times, Gulf Tribune dan The Peninsula.  

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.