Qatar Usir Diplomat Yaman, Buntut Perseteruan dengan Saudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani. REUTERS

    Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani. REUTERS

    TEMPO.CO, Doha - Qatar mengusir diplomat yang bekerja di kedutaan besar Yaman di Ibu Kota Doha menyusul pemutusan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi.

    Menurut laporan Al Masdar sebagaimana dikutip Middle East Monitor, para diplomat tersebut diberi kesempatan selama 48 jam untuk meninggalkan Qatar.

    Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menutup jalur transportasi sejak 5 Juni 2017.

    Baca: Diisolasi Arab Saudi, Qatar Akan Terima Makanan dari Iran

    Negara-negara tersebut menuding Qatar membiayai kelompok teroris dan membentuk persekutuan dengan Iran. Semua tuduhan itu telah dibantah Qatar.

    Pemerintahan Yaman yang diakui internasional pimpinan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi mendukung pemutusan hubungan diplomatik empat negara tersebut dengan Qatar.

    Sebelumnya, pada Maret 2015, Qatar bergabung dengan pasukan koalisi pimpinan Saudi di Yaman guna mengembalikan kembali kekuasaan Hadi setelah militan Houthi bersama pasukan loyalis bekas Presiden Ali Abdullah Saleh menguasai Ibu Kota Sana'a.

    Namun pada 5 Juni 2017, Saudi mengeluarkan Qatar dari pasukan koalisi. Belum ada tanggapan dari Yaman setelah diplomatnya diusir dari Qatar.

    MIDDLE EAS MONITOR | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.