Dibebaskan Abu Sayyaf, Tiga WNI Jalani Tes Kesehatan di Sulu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa melakukan aksi unjuk rasa, di depan Kedutaan Besar Filipina, Jakarta, 1 Agustus 2016. Mereka mendesak pemerintah Filipina untuk aktif membebaskan 10 WNI yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. TEMPO/Imam Sukamto

    Aktivis Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa melakukan aksi unjuk rasa, di depan Kedutaan Besar Filipina, Jakarta, 1 Agustus 2016. Mereka mendesak pemerintah Filipina untuk aktif membebaskan 10 WNI yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga warga negara Indonesia yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf sedang menjalani tes kesehatan di Sulu, Filipina Selatan. Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, ketiganya menjalani tes kesehatan yang dilakukan Join Task Force Westmincom.

    Setelah pemeriksaan kesehatan, ketiga WNI yang disandera Abu Sayyaf akan diserahkan secara resmi kepada pemerintah Indonesia di Zamboanga. "Ketiganya akan dibawa ke Zamboanga untuk diserahkan secara resmi kepada pemerintah Indonesia yang akan diwakili oleh Kedutaan Besar RI di Manila," kata Retno dengan didampingi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo dalam konferensi pers di kediaman panglima TNI, Jakarta, Minggu, 2 Oktober 2016.

    Baca: Tiga WNI Dibebaskan Milisi Abu Sayyaf Hari Ini

    Ketiga WNI tersebut adalah Edi Suryono, Ferry Arifin, dan Muhammad Mabrur Dahri. Ketiganya merupakan bagian dari lima orang anak buah kapal TB Charles yang disandera pada Juni lalu. Dengan demikian masih ada dua WNI lagi yang masih disandera Abu Sayyaf, yaitu Robin Peter dan M. Nasir.

    Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga membebaskan tiga orang WNI masing-masing Emanuel, 40 tahun, Lorence Koten (34), dan Theodorus Kopong (42). Mereka dikembalikan pada Kedutaan Besar RI untuk Manila pada 19 September lalu.

    Menurut Retno, ketiga sandera yang dibebaskan hari ini akan segera dipulangkan begitu pemeriksaan dan prosedur lainnya telah selesai. Ia pun mengaku telah menghubungi keluarga ketiga sandera tersebut.

    Pemerintah Indonesia terus berusaha untuk membebaskan dua sandera lain. "Kami memohon doa seluruh rakyat Indonesia sehingga pembebasan dapat segera dilakukan," ujar Retno.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.