Irak Kembali Serbu Markas ISIS di Fallujah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militer Irak menggempur ISIS di dekat Fallujah, Irak, 29 Mei 2016. Irak berusaha merebut Fallujah yang dikuasai ISIS sejak 2014. REUTERS/Alaa Al-Marjani

    Militer Irak menggempur ISIS di dekat Fallujah, Irak, 29 Mei 2016. Irak berusaha merebut Fallujah yang dikuasai ISIS sejak 2014. REUTERS/Alaa Al-Marjani

    TEMPO.CO, Bagdad - Pasukan komando khusus Irak melancarkan serangan ke salah satu markas pertahanan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Fallujah. Kemudian, organisasi kaum militan itu melakukan serangan balasan ke sejumlah wilayah Irak dan tetangganya, Suriah.

    Mengutip keterangan beberapa komandan lapangan, mereka membenarkan telah menyerang markas ISIS pada Senin subuh waktu setempat, 30 Mei 2016. "Pasukan masuk melalui tiga arah," ucap komandan lapangan yang tak bersedia disebutkan namanya.

    Kantor berita Reuters, dalam laporannya, menyebutkan suara ledakan dan salak senjata terdengar hingga selatan Distrik Nimiya, Fallujah.

    Pertempuran yang berlangsung pada Senin, 30 Mei 2016, itu menyusul perang sehari yang terjadi sebelumnya, yang mengakibatkan eksodus ribuan penduduk sipil dari kawasan di sekitarnya. "Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan. Sebab, di antara mereka, banyak yang terperangkap di medan laga," tulis Al Jazeera, Senin, 30 Mei 2016.

    Komandan operasi Fallujah, Abdelwahab al-Saadi, sebelumnya mengatakan pasukan antiteroris (CTS) akan segera melakukan penyerbuan besar-besaran ke Kota Fallujah.

    Operasi militer yang berlangsung beberapa pekan di kawasan tersebut selama ini difokuskan pada pengambilalihan desa-desa di sekitar Fallujah, yang hanya berjarak sekitar 50 kilometer dari barat Bagdad.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN
       


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.