ISIS Terusir, 2.100 Jasad Manusia Ditemukan di Mosul  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria melihat bangunan Masjid Agung al-Nuri yang hancur di Mosul, Irak, 5 Agustus 2017. Masjid Al-Nuri dan menara miring Al-Hadba merupakan ciri khas kota Mosul dan memegang sejarah penting dalam pendudukan ISIS di Irak. REUTERS/Suhaib Salem

    Seorang pria melihat bangunan Masjid Agung al-Nuri yang hancur di Mosul, Irak, 5 Agustus 2017. Masjid Al-Nuri dan menara miring Al-Hadba merupakan ciri khas kota Mosul dan memegang sejarah penting dalam pendudukan ISIS di Irak. REUTERS/Suhaib Salem

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 2.100 jasad warga sipil ditemukan di sebagian Kota Mosul, setelah kota ini dinyatakan bersih dari milisi ISIS pada Juni lalu.

    Pejabat sipil Kementerian Dalam Negeri Irak, Saad Hamid, kepada Anadolu menjelaskan, jasad-jasad itu ditemukan terimpit di reruntuhan bangunan.

    Baca: Irak Klaim Berhasil Usir ISIS dari Mosul

    Selain itu, sekitar 400-500 jasad perlu segera dievakuasi dari berbagai reruntuhan bangunan. Hanya saja, kata Hamid, timnya tidak memiliki peralatan untuk menggali jasad itu dari reruntuhan bangunan. Selain itu, tim juga menghadapi masalah keamanan.

    Saat menguasai Mosul, milisi ISIS menembak dari semua sisi, termasuk bunker, terowongan, hingga bangunan di bawah tanah.

    Baca: ISIS Terusir dari Mosul, Militer Amerika Bertahan di Irak

    Pada Juni lalu, pasukan Irak di Mosul menguasai kembali kota di utara Mosul, Provinsi Niniveh, setelah sembilan bulan bertempur. Agustus lalu, ISIS diusir keluar dari Tal Afar setelah seminggu operasi militer.

    ISIS menguasai sejumlah kota besar di Irak sejak tiga tahun lalu. Koalisi militer yang dipimpin Amerika Serikat melakukan operasi besar-besaran mengusir ISIS dari Irak. Namun hingga saat ini, Irak belum sepenuhnya bebas dari cengkeraman milisi bersenjata itu.

    MIDDLE EAST MONITOR | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.