Berkunjung ke Bar Pertama Dibuka Setelah ISIS Terusir dari Mosul  

Reporter

Seorang pria minum di bar di kota Qaraqosh, di selatan Mosul, Irak, 18 Juli 2017. REUTERS/Thaier Al-Sudani

TEMPO.CO, Qaraqosh, Irak- Sebuah bar di kota Qaraqosh, Mosul, Irak kembali dibuka. Tulisan "Welcome" di atas pintu masuk menandai kehidupan mulai berjalan normal setelah ISIS terusir dari kota itu.

Untuk menyambut para tamu, pemilik bar membenahi ruangan yang terpaksa ditutup selama sekitar 3 tahun akibat kehadiran ISIS.

Di dalam bar tampak karpet menutupi lantai, cahaya lampu temaram, dan suara air mengalir dari pipa dan sejumlah lelaki berbicara pelan sambil meneguk bir.  Bekas peluru di dinding ditutupi dengan iklan-iklan tentang bir.

Baca: Pemimpin ISIS Asal Malaysia Beristerikan WNI Tewas di Suriah

Bar di Qaraqosh merupakan bar pertama yang kembali dibuka setelah selama 9 bulan pasukan pemerintah Irak dan koalisi pimpinan Amerika Serikat bertempur mengusir ISIS dari Irak.  

Sebagian besar pelanggan bar ini adalah warga Kristen yang baru saja kembali ke rumah mereka setelah tiga tahun tinggal di pelarian saat milisi ISIS menguasai Mosul. Milisi ISIS saat itu mengeluarkan ultimatum kepada warga Kristen Irak untuk memilih: membayar pajak, menjadi penganut Islam, atau mati.

Beberapa pelanggan bar  warga Muslim Irak. Mereka datang sekadar untuk menikmati kebebasan untuk sekadar minum dan merokok. Dua hal ini tak akan mungkin dinikmati saat ISIS menguasai kota mereka.

Di bar, percakapan mereka tak lain membahas tentang perang dan bagaimana selanjutnya setelah ISIS meninggalkan kota mereka.

Baca: ISIS Terusir dari Mosul, Militer Amerika Bertahan di Irak

"Sulit melupakan hingga sekarang ada orang-orang yang tinggal di bawah puing-puing bangunan," kata Abu Khalid, 45 tahun, seorang Muslim dari Mosul yang menikmati minuman botol lemon bercampur Vodka bersama dua temannya saat hari menjelang sore, seperti dikutip dari Channel News Asia, 21 Juli 2017.

"Kenapa kami minum? Dengan begini kami dapat melepaskan masalah kami. Alkohol mengendurkan lidah," ujar Khalid yang mengenakan tradisional Arab.

Pemilik bar, Abu Firas, berharap pembukaan kembali bar miliknya akan memulihkan hidup mereka kembali di kota itu. Ia juga berharap warga Kristen yang eksodus dapat kembali ke rumah mereka di Mosul.

"Hari demi hari semakin membaik," kata Firas optimistik.

Baca: Milisi Asing Pro-ISIS Menyerah di Mosul, Intelijen Gali Informasi  

Sekitar 400 keluarga Kristen telah kembali ke Qaraqosh atau dikenal juga sebagai Hamdaniya. Qaraqosh dihuni mayoritas warga Kristen dengan populasi lebih dari 50 ribu orang. Warga Kristen merupakan minoritas di Irak.

"Saya mencintai kota saya. Saya ingin semuanya kembali seperti dulu lagi," ujar seorang pelanggan bar yang beragama Kristen.

Firas gembira dengan situasi di kotanya saat ini. Meski ia menyadari ISIS bisa saja kembali ke kotanya dengan strategi baru dalam melakukan teror, namun ia mengaku tak takut lagi. "Kami tidak takut," ujarnya.

Bar itu menjadi tempat mereka berkumpul, Kristen dan Islam. Ini dianggap satu hal positif tentang perdamaian yang tetap ada antara kedua penganut agama berbeda itu.

Hanya saja rasa saling percaya butuh pemulihan karena dua komunitas berbeda agama ini sempat retak setelah banyak warga Muslim Sunni di sekitar mereka dulunya mendukung ISIS.

CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA






Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

16 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman


Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

17 hari lalu

Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

Militer Amerika Serikat mengandalkan bantuan suku-suku Arab untuk melumpuhkan jaringan Negara Islam, yang masih bertahan di sejumlah lokasi di Suriah


Pengeboman Kedubes Rusia di Afghanistan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

24 hari lalu

Pengeboman Kedubes Rusia di Afghanistan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Pengeboman di Kedubes Rusia di Afghanistan menyebabkan dua staf kedutaan tewas dan puluhan warga Afghanistan yang sedang mengantre visa.


Serangan Konvoi Mobil Tewaskan 35 Warga Sipil Burkina Faso

24 hari lalu

Serangan Konvoi Mobil Tewaskan 35 Warga Sipil Burkina Faso

Sedikitnya 35 warga sipil tewas dan 37 lainnya terluka di Burkina Faso ketika sebuah kendaraan dalam konvoi menabrak bom IED.


Bom Bunuh Diri di Kedutaan Rusia di Kabul, 2 Diplomat Tewas dan 11 Luka-Luka

24 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Kedutaan Rusia di Kabul, 2 Diplomat Tewas dan 11 Luka-Luka

Bom bunuh diri di depan Kedutaan Rusia di Kabul sebabkan 2 tewas dan 11 luka-luka, termasuk seorang diplomat yang menderita cedera.


PBB: Militer Mali dan Tentara Bayaran Rusia Bunuh 50 Warga Sipil

28 hari lalu

PBB: Militer Mali dan Tentara Bayaran Rusia Bunuh 50 Warga Sipil

Sedikitnya 50 warga sipil tewas dalam operasi militer oleh tentara Mali dan tentara bayaran asal Grup Wagner Rusia pada 19 April 2022, kata PBB


Libya Temukan 15 Jasad di Dua Kuburan Massal Sirte

29 hari lalu

Libya Temukan 15 Jasad di Dua Kuburan Massal Sirte

Dua kuburan massal itu ditemukan di kebun Rumah Sakit Ibn Sina berkat petunjuk dari Kantor Jaksa Distrik Sirte. Libya


Gorok Dua Wanita di Swiss, Anggota ISIS Disidang

31 hari lalu

Gorok Dua Wanita di Swiss, Anggota ISIS Disidang

Seorang wanita Swiss anggota ISIS menghadapi persidangan pada Senin waktu setempat dengan tuduhan mencoba menggorok leher dua wanita


Serangan Bom di Masjid Afghanistan Tewaskan 21 Orang Termasuk Imam

42 hari lalu

Serangan Bom di Masjid Afghanistan Tewaskan 21 Orang Termasuk Imam

Sebuah ledakan yang menghancurkan masjid di Kabul, Afghanistan, saat salat Isak, Rabu, 17 Agustius 2022, menewaskan 21 orang termasuk imam salat


Turki Serang Pos Militer di Allepo, Tiga Tentara Suriah Tewas

44 hari lalu

Turki Serang Pos Militer di Allepo, Tiga Tentara Suriah Tewas

Tiga tentara Suriah dilaporkan tewas dalam serangan udara Turki di pos-pos militer di pedesaan Aleppo