Tabrakan Kereta di Jerman, 8 Tewas dan 100 Orang Cedera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim penyelamat bekerja di lokasi kecelakaan kereta api di dekat Bad Aibling, Jerman, 9 Februari 2016. Sejumlah orang dilaporkan tewas setelah dua kereta saling bertabrakan. Josef Reissner/DPA/AP

    Tim penyelamat bekerja di lokasi kecelakaan kereta api di dekat Bad Aibling, Jerman, 9 Februari 2016. Sejumlah orang dilaporkan tewas setelah dua kereta saling bertabrakan. Josef Reissner/DPA/AP

    TEMPO.COBerlin - Dua kereta api bertabrakan di Negara Bagian Bavaria, Jerman, dekat Bad Aibling, sebuah kota spa sekitar 60 kilometer sebelah tenggara Muenchen, Selasa, 9 Februari 2016, sehingga menewaskan 8 orang dan melukai sekitar 100 korban lain.

    Polisi mengatakan tim rescue sibuk membebaskan penumpang yang masih terperangkap di dalam gerbong kereta. Adapun polisi lainnya, melalui akun Twitter, menulis 8 orang tewas dan 100 lainnya luka-luka. "Di antara yang cedera, 50 orang luka serius."

    "Kami sekarang sedang membicarakan sekitar 100 orang cedera. Di antara mereka, ada yang mengalami luka-luka serius dan beberapa korban lain meninggal," kata juru bicara kepolisian Martin Winker di selatan Kota Risenheim.

    Menurut Rainer Scharf, anggota kepolisian dari Bavaria, kalau memperhatikan insiden kecelakaan tersebut, dia yakin kecelakaan itu akibat benturan dua lokomotif kereta dengan kecepatan rendah.

    Adapun operator kereta api regional, Meridian, dalam pernyataannya yang diterima BBC menyebutkan kecelakaan tragis itu berlangsung di rel tunggal rute Rosenheim dan Holzkirchen sekitar pukul 07.00 waktu setempat (06.00 GMT).

    Bernd Rosenbach, Direktur Utama Bayerische Oberlandbahn, yang mengoperasikan kereta api Meridian, mengatakan kepada wartawan, "Kecelakaan ini sangat mengejutkan kami. Kami sedang melakukan sesuatu untuk membantu para wisatawan, keluarga korban, dan para pekerja."

    Manajer Teknik Fabian Amini menambahkan, "Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada petugas layanan darurat dan para pekerja yang membantu para korban dengan cepat."

    AHRAM | BBC | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.