Perayaan Tahun Baru di Jerman, 90 perempuan Dirampok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perempuan membawa poster bertuliskan tuntutan agar Kanselir Jerman, Angela Merkel menindak pelaku kekerasan seksual di Cologne, Jerman, 6 Januari 2016. Sekitar 1.000 pria muda mabuk terbagi menjadi beberapa kelompok terlibat dalam penyerangan terhadap puluhan perempuan saat perayaan Tahun Baru 2016 di Cologne. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Sejumlah perempuan membawa poster bertuliskan tuntutan agar Kanselir Jerman, Angela Merkel menindak pelaku kekerasan seksual di Cologne, Jerman, 6 Januari 2016. Sekitar 1.000 pria muda mabuk terbagi menjadi beberapa kelompok terlibat dalam penyerangan terhadap puluhan perempuan saat perayaan Tahun Baru 2016 di Cologne. REUTERS/Wolfgang Rattay

    TEMPO.CO, Berlin - Perayaan tahun baru di Jerman diwarnai tindakan tak terpuji. Sekitar 90 perempuan dilaporkan telah dirampok, diancam, atau setidaknya mendapatkan pelecehan seksual saat merayakan tahun baru di luar gedung katedral di Cologne, Jerman. "Pelakunya hampir seluruhnya pria muda yang mabuk alkohol," kata polisi, Selasa, 5 Januari 2016.

    Kepala kepolisian Cologne, Wolfgang Albert, dalam acara jumpa pers, menguraikan, para pria muda pelaku pelecehan berusia sekitar 15-35 tahun itu berpenampilan seperti orang Arab atau dari kawasan Afrika Utara. "Kami mendapatkan laporan dari perwakilan korban perkosaan," ujarnya.

    Komisioner Integrasi, Aydan Ozogus, yang menentang kehadiran ratusan ribu imigran dari Timur Tengah memasuki Jerman, menuding para pelaku pelecehan seksual itu dari kaum imigran.

    Wali Kota Cologne Henriette Reker mengatakan peristiwa kejahatan yang terjadi ketika perayaan tahun baru itu sangat tidak bisa dipercaya dan tidak bisa ditoleransi. Namun demikian, "Tidak ada alasan bagi kita meyakini bahwa pelaku serangan adalah kaum pengungsi."

    Menteri Kehakiman Heiko Maas mengatakan Jerman tidak akan bisa menerima perlakuan buruk terhadap kaum perempuan. "Ini adalah skala baru kejahatan terorganisasi," ucapnya.



    HUFFINGTON POST | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.