Menangi Pemilu, Aung San Suu Kyi Ingin Bertemu Militer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, tersenyum saat tiba dalam kampanye partai NLD di Yangon, Myanmar, 1 November 2015. AP/TunGemunu Amarasinghe

    Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, tersenyum saat tiba dalam kampanye partai NLD di Yangon, Myanmar, 1 November 2015. AP/TunGemunu Amarasinghe

    TEMPO.CO, Yangon - Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, secara resmi mendapatkan kembali kursi di majelis rendah parlemen, Rabu, 11 November 2015, setelah partai Liga Nasional untuk Demokrasi (LND) memenangi pemilihan umum paling bersejarah yang digelar pada Ahad, 8 November 2015.

    Menyusul kemenangannya, Suu Kyi mendesak militer yang mendukung partai pemerintah, Partai Pembangunan dan Solidaritas Bersatu (USDP), untuk bertemu dan mendiskusikan masa depan Myanmar.

    Komisi Pemilihan Umum (UEC), dalam keterangannya kepada media, Rabu, 11 November 2015, mengatakan Suu Kyi, yang pernah meraih Nobel Perdamaian, telah mendapatkan kursi di Majelis Rendah. "Hasil penghitungan suara menunjukkan NLD meraih 135 kursi di Majelis Rendah dari 151 kursi yang disediakan. Adapun oposisi memperoleh 29 kursi, sedangkan 33 kursi lainnya diperuntukan bagi Majelis Tinggi Parlemen."

    Dengan kemenangan sekitar 80 persen suara untuk NLD, Suu Kyi mendesak Presiden Thein Sein, Ketua Majelis Rendah Parlemen Shwe Mann, dan Jenderal Min Aung Hlaing bertemu dengannya guna mendiskusikan hasil pemilihan umum.

    "Pertemuan ini sangat penting untuk mewujudkan kehendak rakyat secara damai dan demi negara," demikian bunyi surat Suu Kyi kepada ketiga pembesar negara tersebut.

    Juru bicara USDP mengatakan Presiden Myanmar dan militer sangat menghargai hasil pencoblosan pada Ahad itu. Tapi, dia menambahkan, "Beliau bersedia bertemu dengan Suu Kyi setelah seluruh hasil penghitungan suara diumumkan Komisi Pemilihan Umum."

    Pemerintahan militer menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil pada 2011, tapi angkatan besenjata masih mendominasi politik di Myanmar setelah selama beberapa dekade berkuasa. Sebanyak 25 persen kursi di parlemen adalah jatah untuk militer.

    ALJAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.