Merpati di Kota Ini Dicekoki Pil Kontrasepsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor burung merpati hinggap ditangan Jesus Moreno saat memberi makan di Monterrey, Meksiko, 7 Juli 2015. Moreno yang pernah menjadi polisi investigasi dan juga pecandu narkoba telah 30 tahun memberi makan burung merpati dua kali sehari. REUTERS/Daniel Becerril

    Seekor burung merpati hinggap ditangan Jesus Moreno saat memberi makan di Monterrey, Meksiko, 7 Juli 2015. Moreno yang pernah menjadi polisi investigasi dan juga pecandu narkoba telah 30 tahun memberi makan burung merpati dua kali sehari. REUTERS/Daniel Becerril

    TEMPO.CO, Madrid - Penduduk di sebuah kota di Spanyol memberlakukan kebijakan untuk menekan populasi merpati di kota tersebut. Kebijakan menekan angka pertumbuhan merpati dibuat karena penduduk kota Badia del Valles, dekat Barcelona, merasa sangat terganggu oleh keberadaan merpati yang dianggap terlalu banyak.

    Guna menekan pertumbuhannya, unggas pemakan gandum tersebut diberi pil kontrasepsi. Pil kontrasepsi untuk burung berjenis Nicarbazin, dicampurkan ke gandum dan kemudian diletakkan di tempat makan burung yang biasa ditugaskan untuk mengirimkan berita tersebut.

    Seperti dilansir Mirror pada Selasa, 14 Juli 2015, seorang penduduk kota mengatakan merpati yang tarlalu banyak bahkan telah melebihi populasi warga lokal tersebut. Merpati tersebut juga membuat para wisatawan enggan datang ke kota yang dikenal akan keindahannya tersebut.

    "Ribuan merpati telah menghalangi wisatawan berkunjung ke Badia," kata warga yang tidak disebutkan namanya tersebut.

    Seorang juru bicara balai kota mengatakan sepasang burung dapat menghasilkan 48 merpati baru setiap tahunnya. Itu sebabnya populasi merpati terus bertambah di Badia del Valles.

    "Tiga dispenser gandum kini telah diinstal pada tempat pakan burung yang dicampur dengan obat Nicarbazin, sebagai kontrasepsi untuk burung," kata juru bicara tersebut.

    Pejabat berwenang Kota Badia berharap kebijakan tersebut mengurangi jumlah merpati sebanyak 80 dalam kurun waktu empat sampai lima tahun.

    MIRROR|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.