Dihina Donald Trump, Meksiko Tak akan Ikut Miss Universe

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri, Miss Teen USA 2013 Cassidy Wolf, Miss Universe 2013 Gabriela Isler, Donald Trump, dan Miss USA 2013 Erin Brady berpose sebelum Miss USA 2014 kontes di Baton Rouge, Louisiana, Amerika, 8 Juni 2014. (AP/Jonathan Bachman)

    Dari kiri, Miss Teen USA 2013 Cassidy Wolf, Miss Universe 2013 Gabriela Isler, Donald Trump, dan Miss USA 2013 Erin Brady berpose sebelum Miss USA 2014 kontes di Baton Rouge, Louisiana, Amerika, 8 Juni 2014. (AP/Jonathan Bachman)

    TEMPO.CO , Mexico City: Pemerintah Meksiko memastikan tidak akan mengirim perwakilannya dalam ajang pemilihan wanita tercantik dunia Miss Universe pada 12 Juli mendatang. Keputusan itu diambil menyusul miliader Donald Trump, pemilik hak kontes wanita terayu dunia ini  menghina Meksiko dalam sebuah komentar di televisi Amerika Serikat, NBC beberapa waktu lalu.

    Televisi lokal Meksiko, Televisia pada Senin 29 Juni 2012 menayangkan laporan utama tentang komentar miliader dan pembawa acara tersohor itu.

    Dalam wawancara dengan NBC itu, Trump menyebut, Meksiko tak layak untuk mengikuti ajang Miss Universe. Sebab negara itu disebut melindungi pelaku kejahatan narkoba dan prostitusi.

    Sebelumnya Televisa dan bekas Miss Universe, Lupita Jones telah melakukan penjaringan para calon ratu ayu dunia. Namun dengan keputusan resmi itu, maka proses penjaringan calon Miss Universe tak jadi dilanjutkan.

    Televisia tidak akan menyiarkan ajang Miss USA pada 12 Juli mendatang. Televisia juga akan memutus  kontrak dengan Miss Universe Organization.

    Ora TV, televisi milik miliader Meksiko, Carlos Slim juga memutus kontrak dengan penyelenggara Miss Universe. "Kami memutus kontrak dengan perusahaan-perusahaan Trump," kata juru bicara Carlos Slim.

    TODAY ONLINE.COM|SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.