Pakai Tarif Perdagangan, Meksiko Balas Arogansi Donald Trump

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pagar perbatasan wilayah negara Amerika Serikat dengan Meksiko terlihat di Nogales, Arizona, AS, 31 Januari 2017. Suasana di kawasan ini akan mengalami perubahan menjelang rencana pembangunan tembok perbatasan. REUTERS/Lucy Nicholson

    Pagar perbatasan wilayah negara Amerika Serikat dengan Meksiko terlihat di Nogales, Arizona, AS, 31 Januari 2017. Suasana di kawasan ini akan mengalami perubahan menjelang rencana pembangunan tembok perbatasan. REUTERS/Lucy Nicholson

    TEMPO.CO, Meksiko City - Meksiko memperingatan Amerika Serikat tentang penerapan tarif perdagangan, jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan pajak impor barang Meksiko untuk membiayai pembangunan tembok perbatasan.

    Menteri Luar Negeri Meksiko, Luis Videgaray, mengatakan dalam wawancara di stasiun Radio Formula, Meksiko akan membalas kebijakan Amerika Serikat dengan mengenakan tarif perdagangan terhadap berbagai produk AS.

    "Namun kami tidak akan mengenakan pajak umum untuk semua barang impor dari AS karena akan mempengaruhi konsumen di sini. Tetapi kami akan membuat seleksi," tegasnya, seperti ditulis Sky News, Ahad, 26 Februari 2017.

    Baca juga: Presiden Meksiko Batalkan Kunjungan Bertemu Trump

    Kedua negara kini tengah dihadapkan dengan ketegagan politik paling tinggi dalam beberapa dekade terakhir. Hal itu dipicu oleh kebijakan Trump yang mendesak Meksiko membayar biaya pembangunan tembok sepanjang 3.200 kilometer di perbatasan kedua negara.

    Ketika mengusulkan pelaksanaan pajak impor barang dari Meksiko pada bulan lalu, Trump yang mengkritik negara itu menegaskan bahwa Meksiko sudah lama meraih manfaat dari AS ketika krisis keamanan perbatasan dan perdagangan kedua negara kian meruncing.

    Perubahan kebijakan yang diusulkan Trump itu telah memicu gejolak terhadap mata uang dan prospek ekonomi Meksiko. Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto telah menyuarakan protes keras terhadap setiap langkah tersebut.

    Simak pula: Presiden Nieto: Meksiko Tidak Akan Bayar Biaya Bangun Tembok

    Menurut Videgaray, jika Trump mengenakan tarif terhadap barang Meksiko, maka konsumen yang sering membeli berbagai barang di selatan perbatasan negara itu, seperti buah alpukat, mobil, ponsel, dan barang listrik juga akan terpengaruh.

    Seorang diplomat senior Meksiko mengatakan, Meksiko terbuka untuk setiap negosiasi tentang beberapa aspek terkait janji Trump melaksanakan negosiasi ulang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) antara Kanada, Meksiko, dan AS tetapi negaranya menolak pelaksanaan tarif.

    Pada bulan lalu, Pena Nieto membatalkan pertemuannya dengan Trump setelah miliarder itu berikrar untuk memastikan Meksiko membayar biaya pembangunan tembok tersebut.

    Lihat pula: Biaya Bangun Tembok Perbatasan AS-Meksiko Ratusan Triliun!

    Selain itu, pada Kamis pekan lalu, Menteri Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, John Kelly dan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson mengunjungi Meksiko dan bertemu Pena Nieto serta Videgaray dan beberapa pejabat lain dalam upaya memperbaiki hubungan kedua negara.

    Baru-baru ini, BBC melaporkan, pembangunan tembok itu juga ditentang beberapa politisi Partai Republik di AS termasuk Senator Lindsay Graham yang turut senada dengan Videgaray.

    "Meksiko juga dapat menerapkan pajak seperti yang dilakukan AS. Itu akan menjadi hambatan besar bagi pertumbuhan ekonomi negara, "kata Graham.

    SKY NEWS| TELEGRAPH | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.