Maskapai Thailand Dilarang Terbang ke Cina, Korsel, Jepang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengendara sepeda menyaksikan pesawat Thai Airways yang tergelincir di landasan bandara Suvarnabhumi, Bangkok (9/9). Pesawat ini terbang dari Guangzhou, Cina menuju Bangkok. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Seorang pengendara sepeda menyaksikan pesawat Thai Airways yang tergelincir di landasan bandara Suvarnabhumi, Bangkok (9/9). Pesawat ini terbang dari Guangzhou, Cina menuju Bangkok. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Bangkok - Cina, Korea Selatan, dan Jepang sepakat untuk menghentikan rute baru dan sewa penerbangan bagi beberapa maskapai penerbangan Thailand. Keputusan tersebut diambil menyusul soroton tim audit penerbangan internasional terhadap keamanan penerbangan maskapai-maskapai tersebut.

    Sumber yang terkait masalah ini mengatakan bahwa masalah keamanan yang signifikan telah ditemukan selama audit di otoritas penerbangan sipil Thailand oleh International Civil Aviation Organization yang berbasis di Montreal, Kanada.

    Sumber tersebut mengatakan kekhawatiran ICAO berkisar masalah sertifikat untuk operator oleh otoritas Thailand, sementara ICAO tidak bisa "menyentuh" negara. Audit mengidentifikasi kekhawatiran yang dapat menyebabkan negara mengambil langkah-langkah seperti melarang penerbangan.

    "Audit ini mengungkapkan beberapa masalah keamanan, terutama yang berkaitan dengan prosedur sertifikasi operator udara," kata juru bicara ICAO Anthony Philbin dalam e-mail, menambahkan bahwa Thailand telah mengajukan rencana kepada ICAO untuk memperbaiki permasalahan yang diidentifikasi.

    Maskapai yang terkena larangan adalah Thailand Airways International, maskapai penerbangan murah Thai AirAsiaX, maskapai Orient Thai Airlines, dan operator penerbangan carter Sky View serta Asia Atlantic Airlines. 

    Pihak berwenang di Thailand dilaporkan tengah memperbaiki keadaan sistem penerbangan di Thailand berdasarkan dengan ketentuan ICAO.

    "Thailand pasti akan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini," kata juru bicara Kementerian Transportasi Thailand. "Saya pikir mereka perlu waktu."

    "Sebanyak seratus penerbangan ke Jepang telah dibatalkan dan sekitar 30.000 telah dikembalikan ke pihak maskapai," kata Dirjen Departemen Penerbangan Sipil Thailand (DCA) Somchai Piputwat kepada wartawan, Senin, yang dilansir Channel News Asia pada 31 Maret 2015.

    Menurut Somchai, pihak berwenang Cina telah menolak rencana maskapai Orient Thai Airlines dan operator penerbangan carter Sky View untuk mengoperasikan penerbangan lainnya ke negara itu. Korea Selatan juga telah menolak rencana oleh maskapai penerbangan carter Asia Atlantic Airlines untuk memulai penerbangan barunya.

    Langkah ketiga negara kuat Asia tersebut dianggap sebagai pukulan telak bagi perusahaan penerbangan Thailand tersebut. Pasalnya, maskapai tersebut masih dalam proses pemulihan setelah rangkaian protes di Thailand yang berimbas pada berkurangnya wisatawan asing yang datang berkunjung.

    CHANNEL NEWS ASIA|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.