Gedung Terbakar, 2 Petugas Damkar Asyik Selfie

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. REUTERS/Mohamed Amine ben Aziza

    Ilustrasi kebakaran. REUTERS/Mohamed Amine ben Aziza

    TEMPO.CO, Moskow: Sungguh memalukan perbuatan yang dilakukan oleh dua petugas pemadam kebakaran di Kota Kazan, Rusia. Saat bertugas memadamkan kobaran api di sebuah pusat perbelanjaan Admiral di Kota Kazan, Rusia, keduanya malah asyik ber-selfie ria dengan latar belakang gedung terbakar. Kebakaran pusat perbelanjaan itu menewaskan 17 orang dan melukai 55 orang pada Rabu, 11 Maret lalu.

    Ilya Bykov, 30 tahun, dan Rostislav Krylov, 28 tahun, mengunggah foto selfie-nya di situs jejaring sosial VKontakte. Foto memalukan tersebut langsung menarik banyak perhatian serta mengundang kritikan pedas dari banyak pengguna situs jejaring sosial tersebut.

    "Tuhan! Orang-orang sekarat di sana dan orang-orang ini tersenyum dan mengambil foto!! Mereka berada di sana untuk menyelamatkan nyawa," cuit seorang di VKontakte, Yegor Tokaryev, seperti dikutip dari Daily Mail, 16 Maret 2015.

    Svetlana Kapustina menulis: "Itu membuat saya sakit untuk berpikir bahwa sementara orang-orang miskin terbakar sampai mati kedua orang ini memperlakukannya sebagai lelucon. "Sungguh memalukan mereka."

    Juru bicara Departemen Situasi Darurat Regional mengatakan sebagian besar pekerja darurat dipanggil ke tempat kejadian dan melakukan pekerjaan mereka secara kompeten dan efisien. Karakteristik kedua orang tersebut tidak mewakili para petugas yang lain yang bekerja keras setiap hari, tanpa lelah menyelamatkan nyawa.

    "Kami akan menyelidiki foto tersebut dan jika ditemukan bahwa tindakan dua petugas pemadam kebakaran ini telah berisiko membahayakan masyarakat, maka mereka akan dipecat dan proses pidana diajukan terhadap mereka," kata juru bicara itu.

    DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.