Ada Teror Racun Pestisida di Susu Formula Selandia Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi susu. TEMPO/Charisma Adristy

    Ilustrasi susu. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Wellington - Selandia Baru mendapat ancaman serangan eko-terorisme terhadap industri susu, terutama produk susu formula bayi produksi negara tersebut.

    Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengatakan ancaman tersebut menjadi risiko jangka panjang yang akan memperburuk reputasi negara tersebut yang dikenal sebagai negara bersih dan hijau.

    Kepolisian Selandia Baru mengatakan, telah menanggapi hal tersebut secara serius setelah sebuah paket kecil susu formula bayi yang mengandung racun pestisida 1080 dikirim bersama surat kaleng ke Federasi Petani Nasional dan perusahaan susu raksasa Fonterra. Pengirim surat menuntut Selandia Baru berhenti memberikan racun 1080 untuk mengatasi hama pada akhir Maret.

    "Sementara ada kemungkinan ancaman ini adalah tipuan belaka. Tapi kami tetap harus serius menanggapi ancaman tersebut dan penyelidikan sedang berlangsung," kata Wakil Komisaris Kepolisian Selandia Baru, Mike Clement, seperti dilansir NDTV, Selasa, 10 Maret 2015.

    Clement mengatakan, sebanyak 36 petugas polisi sedang melakukan investigasi terhadap ancaman yang dikeluarkan sejak November tahun lalu tersebut. Jika hasil investigasi keluar, pihaknya akan segera mempublikasi siapa dalang di balik ancaman itu.

    Otoritas setempat memperingatkan para orang tua untuk memeriksa tanda-tanda kerusakan pada kemasan susu formula. Pihak supermarket juga diminta untuk segera memindahkan kaleng susu formula dari rak ke gudang untuk sementara waktu.

    Polisi mengatakan motif pelaku adalah sebagai bentuk protes terhadap penggunaan racun pestisida tipe 1080 yang digunakan untuk mengendalikan hama. Racun tersebut dikritisi penggunaannya karena dapat membunuh satwa liar asli.

    "Tidak diragukan lagi, ini adalah bentuk ancaman eko-terorisme," kata Perdana Menteri Key. Meskipun pemerintah memastikan ancaman tersebut adalah kebohongan, namun isu ini memukul industri susu di Selandia Baru, yang tahun lalu dilanda kasus botulisme.

    Selandia Baru adalah negara pengekspor susu terbesar di dunia, dan susu formula bayi adalah produk utamanya. Setiap tahun, total ekspor susu Selandia Baru hanya ke Cina saja tercatat mencapai US$ 2,2 miliar.

    Asosiasi Ekspotir Susu Formula Bayi, Michel Barnett, menyayangkan industri susu yang terus mengalami krisis. "Ini bisa sangat merusak ekspor Selandia Baru. Bukan hanya produk susu maupun susu formula, tapi seluruh reputasi kami sebagai pengekspor makanan juga terancam hancur," ujarnya.

    NDTV | ROSALINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.