Bali Nine, Abbott: Jangan Biarkan Amarah Rusak Hubungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Australia, Julie Bishop (kiri), dengarkan PM Tony Abbott, berbicara di gedung Parlemen Australia, Canberra, 23 Februari 2015. Abbott, babak belur secara politik dan tekanan atas tindakan dramatis setelah mengeluarkan langkah pencegahan dibalik penyanderaan di kafe Sydney, yang tewaskan 3 orang pada Desember lalu. REUTERS/David Gray

    Menlu Australia, Julie Bishop (kiri), dengarkan PM Tony Abbott, berbicara di gedung Parlemen Australia, Canberra, 23 Februari 2015. Abbott, babak belur secara politik dan tekanan atas tindakan dramatis setelah mengeluarkan langkah pencegahan dibalik penyanderaan di kafe Sydney, yang tewaskan 3 orang pada Desember lalu. REUTERS/David Gray

    TEMPO.CO, Canberra - Meskipun dua terpidana mati kasus Bali Nine telah dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Krobokan, Bali, ke tempat eksekusi di Nusakambangan, Jawa Tengah, pemerintah Australia dan pendukung mereka belum menyerah. Mereka masih memiliki harapan bahwa eksekusi terpidana penyelundup 8,2 kilogram heroin, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, oleh regu tembak Indonesia dapat dicegah.

    Seperti yang dilansir dari News.com.au hari ini, 4 Maret 2015, Ketua Mercy Campaign Matthew Goldberg mengatakan Presiden Indonesia Joko Widodo masih memiliki ruang untuk membatalkan eksekusi terhadap duo Bali Nine asal Australia tersebut.

    "Hal ini masih dalam yurisdiksi Presiden Widodo untuk menerapkan kebijaksanaannya, menyetujui untuk memberi mereka grasi. Itu masih bisa terjadi," ujarnya.

    Menyikapi proses eksekusi mati dua terpidana itu, Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan Australia jangan sampai membiarkan kemarahan merusak hubungannya dengan Indonesia.

    "Apa pun yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, hubungan dengan Indonesia harus tetap terjalin dengan baik dan dari waktu ke waktu harus tumbuh lebih kuat," katanya kepada wartawan hari ini di Canberra.

    Tadi malam, dua terpidana mati asal Australia itu dipindahkan dari Lapas Krobokan ke Nusakambangan dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

    NEWS.COM.AU | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?