Musim Kering di Saudi, Kerajaan Serukan Salat Istiska

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masjid Nabawi, Madinah, Saudi Arabia. Cem Oksuz/Anadolu Agency/Getty Images

    Masjid Nabawi, Madinah, Saudi Arabia. Cem Oksuz/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Jeddah - Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Arab Saudi Salman, meminta kepada semua warga Kerajaan Arab Saudi turut serta bersama para gubernur dan pejabat senior pemerintah melaksanakan salat istiska atau salat minta hujan pada Kamis waktu setempat atau Jumat, 13 Februari 2015, waktu Indonesia. 

    Menurut sunah Rasul, salat istiska dilakukan manakala terjadi kekeringan dan keterlambatan musim hujan. Dalam instruksi itu, seluruh umat Islam diminta ambil bagian dalam salat tersebut, melakukan perbuatan baik, beristigfar, dan beramal saleh.

    Menanggapi seruan Raja, selain semua masjid di lingkungan Kerajaan, Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah juga menyelenggarakan salat istisqa. Selain itu, berbagai perguruan tinggi dan sekolah di beberapa wilayah menyelenggarakan salat itu.

    Gubernur Riyadh Pangeran Faisal bin Bandar salat di Masjid Imam Turki bin Abdullah dengan dipimpin Presiden Dewan Ulama Senior Mufti Agung Sheikh Abdulaziz Al-Asheikh. Adapun di Mekah, Gubernur Pangeran Khaled Al-Faisal salat bersama Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais. Sementara itu, pelaksanaan salat di Madinah dipusatkan di Masjid Nabawi dan dihadiri Wakil Gubernur Madinah Abdulmohsen bin Mohammed Al-Munif.

    Salah seorang pejabat dari Otoritas Margasatwa Saudi (SWA) mengatakan hujan sangat bermanfaat bagi kebutuhan tanaman. "Hujan sangat menguntungkan bagi hewan dan tumbuhan dan mendorong satwa melakukan perkawinan," ujarnya. "Air langit tersebut sangat menguntungkan satwa liar, penyediaan air dan makanan yang diperlukan."

    ARAB NEWS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.