Selasa, 25 September 2018

Arab Saudi Masuk Daftar Hitam Pembunuh Anak Yaman

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perawat menggendong anak kurang gizi di rumah sakit di Sanaa, Yaman, 28 Juli 2015. Perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 3.500 orang. UNICEF mengatakan korban tewas termasuk 365 anak-anak. REUTERS/Khaled Abdullah

    Seorang perawat menggendong anak kurang gizi di rumah sakit di Sanaa, Yaman, 28 Juli 2015. Perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 3.500 orang. UNICEF mengatakan korban tewas termasuk 365 anak-anak. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi dan sekutunya masuk daftar hitam PBB sebagai  pelaku pembunuhan terhadap anak-anak di Yaman. Menurut laporan tahunan PBB, Kamis, 5 Oktober 2017, pasukan sekutu yang dibentuk oleh Arab Saudi pada 2015 telah terbukti membunuh 683 anak, sebagian dari mereka tewas atau luka akibat diserang ketika berada di sekolah.

    Baca: Palang Merah Internasional Desak Saudi Hentikan Perang di Yaman

    "Sebanyak 38 tewas ketika berada di sekolah dan rumah sakit akibat serangan pada 2016," bunyi kutipan laporan tahunan PBB.

    Laporan tahunan PBB juga mengungkapkan bahwa Arab Saudi di lain pihak telah mengambil tindakan nyata yakni melindungi anak-anak dari konflik bersenjata di Yaman.

    Daftar hitam yang dikeluarkan PBB di laporan tahunan ini menyebut kelompok pemberontak Houthi, pasukan keamanan pemerintah Yaman, milisi pro-pemerintah dan al Qaeda yang melakukan kekerasan terhadap anak-anak di Jazirah Arab pada 2016.

    Baca: Untuk Perang di Yaman, Milisi Houthi Rekrut Anak-anak  

    Laporan PBB dari Sekretaris Jenderal Antonio Gueterres itu untuk disampaikan kepada Dewan Keamanan pada Kamis kemarin dan diperlihatkan kepada beberapa kantor berita.

    Dalam sebuah pernyataan yang dirilis bersamaan dengan laporan tersebut, Guterres mengatakan, daftar hitam yang memasukkan Arab Saudi tersebut tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran tetapi juga untuk mempromosikan tindakan yang dapat mengurangi penderitaan anak-anak dalam konflik.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.